Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
WONOSOBO, SWARAJOMBANG.COM – Kekacauan mencekam pagi Sabtu (27/12/2025) melanda Simpang Empat Pasar Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah.
Saat itu masih pagi, sekitar pukul 06.15 WIB, sebuah truk tronton bermuatan 58 ton keramik nomor polisi T-9167-PO ‘hilang kendali’ di turunan curam dari arah Temanggung menuju Wonosobo.
Diduga rem blong, monster besi itu meluncur kencang seperti peluru liar, merobek keheningan lalu lintas sepi dengan deru mengerikan. Braaak! Truk menabrak langsung tugu di perempatan jalan. Bablas ke kanan menerabas motor dan bangunan toko.
Sebanyak 58 ton keramik berserakan, memenuhi jalanan, menimbulkan banyak pecahan berbahaya bagi manusia.
Rekaman CCTV menyaksikan mimpi buruk itu: truk dikemudikan Muhammad Adi Kurniawan (29) dari Jombang awalnya menyerempet sepeda motor Honda Scoopy yang melintas, lalu menghantam tugu persimpangan di tengah jalan dengan dentuman menggelegar.
Tak berhenti di situ, ia terus menerobos, membanting sepeda motor Yamaha Vega dan Honda Revo yang terparkir, sebelum akhirnya menabrak deretan ruko di sisi selatan barat.
Muatan keramik berhamburan bagai badai pecahan kaca, memicu mati lampu sementara dan suara hantaman keras yang bergema, meninggalkan jejak kehancuran di mana-mana.
Lima warga tak luput dari amukan truk: sopir Muhammad Adi Kurniawan, Sulasman (65), Sabana (49), Nur Faizin (41), Siti Syamsiyah, dan Arifin Soleh (13).
Mereka mengalami luka ringan hingga serius, dievakuasi warga setempat yang berlarian panik ke rumah sakit terdekat. Pemilik warung wedhang selamat dari syok hebat dengan wajah pucat pasi, sementara deretan ruko ringsek berantakan.
Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan mengonfirmasi insiden sebagai laka lantas tunggal. Personel Polres langsung olah TKP, amankan bukti, dan evakuasi truk dengan derek bersama Operasi Lilin. Arus lalu lintas pulih cepat, tapi penyelidikan penyebab pasti—termasuk dugaan rem blong—masih bergulir tanpa keterangan resmi lanjutan.**











