Menu

Mode Gelap

Hukum

Sejumlah Dokter dan Paramedis RSUD Jombang Pertanyakan Japel dan Insentif

badge-check


					RSUD Kabupaten Jombang, Jawa Timur segera direlokasi lantaran dinilai tidak representatif. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Hadi S Purwanto) Perbesar

RSUD Kabupaten Jombang, Jawa Timur segera direlokasi lantaran dinilai tidak representatif. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Hadi S Purwanto)

Penulis: Hadi S Purwanto | Editor: Hadi S Purwanto

JOMBANG, SWARAJOMBANG.com – Sejumlah dokter dan paramedis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur mempertanyakan besaran jasa pelayanan (Japel) dan insentif yang selama ini mereka terima.

Beberapa dokter dan paramedis kepada SWARAJOMBANG.com menyatakan, Japel dan insentif yang mereka terima selama ini dinilai tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

Mereka menilai perhitungan Japel dan insentif yang diberikan managemen RSUD Jombang kepada para dokter dan paramedis cenderung tertutup.

“Misalnya, berapa pasien yang saya tangani, berapa kali saya visite, dan berapa nominal yang saya dapat setiap pasien dan setiap visite itu tidak terinci,” ujar seorang dokter.

Dokter yang tidak bersedia disebut namanya itu menuturkan, misalnya bulan ini dia mendapat Japel dan insentif X rupiah dengan jumlah pasien dan visite lebih tinggi, ternyata yang dia dapatkan lebih rendah dari bulan lalu.

“Padahal bulan kemarin pasien saya lebih sedikit yang tentu saja visite lebih sedikit,” paparnya, sambil menolak disebutkan namanya.

Dokter lain minta identitasnya disembunyikan mengatakan, nominal yang dia terima setiap bulan memang naik-turun, karena besaran setiap pasien dan setiap visite itu adalah kebijakan managemen rumah sakit.

“Kami tidak mempersoal besaran angka Japel setiap pasien atau setiap visite, tapi kami ingin keterbukaan berapa besaran yang harus kami terima setiap pasien dan setiap visite,” ujarnya.

Ketika ditanya kenapa tidak menanyakan masalah itu ke managemen atau direktur, “Wah, bisa ditendang saya!” ujarnya sambil terbahak.

Seorang paramedis kepada SWARAJOMBANG.com menyatakan, selama dia bertugas di isolasi covid-19 insentif yang dia terima jauh dari harapan.

“Saya kerja di isolasi dalam sebulan itu 26 hari, tapi saya terima Cuma Rp1,7 juta. Padahal Perpresnya untuk insentif nakes atau paramedis itu Rp7,5 juta,” katanya.

Paramedis yang enggan disebut namanya ini mengungkapkan, beberapa sejawatnya juga mengalami hal yang sama.

“Tapi mau tanya atau komplain, ya gak berani,” tuturnya.

Menurut sejumlah dokter dan paramedis, kondisi di RSUD Jombang itu sebenarnya sudah lama terjadi. Tapi mereka tidak berani mengungkapkan ke publik.

Menanggapi keluhan sejumlah dokter dan paramedis, Wakil Direktur RSUD Jombang, Jatmiko mengatakan bahwa semua Japel dan insentif itu ada hitungannya.

“Semua ada hitungannya. Kalau Perpresnya Rp7,5 perbulan tapi dalam sebulan dia masuk cuma dua hari ya gak dapat segitu,” kata Jatmiko kepadaSWARAJOMBANG.com melalui telepom selular, Selasa (15/2/2022).

Lebih jauh Jatmiko mengatakan, bahwa rumah sakit sudah menggunakan billing system disamping ada catatan manual di setiap ruangan.

“Kalau ada yang tidak puas, suruh saja menemui saya,” kata Jatmiko.

Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran melalui telepon selular menyatakan bahwa Japel dan insentif itu ada hitungannya.

“Seperti untuk insentif (Covid-19, Red) itu ada hitungannya dan menggunakan sistem dari Kemenkes,” ujarnya kepada SWARAJOMBANG.com, Selasa (15/2/2022).

Puji menjelaskan semuanya tercatat rinci oleh system, tanpa merinci berapa besaran Japel dan insentif yang diterima dokter dan paramedis itu.

“Kalau ada yang tidak puas, suruh nemui saya saja,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MPR Minta Maaf kepada Yosepha Alexandra dan Beri Beasiswa ke Tiongkok, dari Kasus Minus 5

12 Mei 2026 - 20:45 WIB

MPR melakukan respon luar biasa, ketika juri memberi nilai ninus 5 kepada siswi SMA1 Pontianak. Selain minta maaf secara kelembagaan, MPR juga menawari beasiswa penuh belajar ke Tiongkok. Cerdas cermat 4 Pilar MPR, ternyata ada begitu meresap endingbya. Foto: ist

Babinsa Grati Ringkus Lansia Pencuri Motor Bawa Bonded, di Depan SDN1 Kalipang Pasuruan

11 Mei 2026 - 22:56 WIB

Ketua Dewan Hadi Atmaji: Persilakan Bupati Jombang Sempurnakan Raperda Jasa Bangunan

11 Mei 2026 - 18:16 WIB

Jalur Ngadas dan Ngantang Terjadi Laka Akibat Rem Blong, 12 Orang Lukaluka

11 Mei 2026 - 01:23 WIB

Hilang 128 Besi Penutup Goronggorong di Surabaya, Kombes Luthfie: Ini Bukan Pencurian Biasa

11 Mei 2026 - 00:47 WIB

Pencuri Mangga Tewas, Kerabat Korban Balik Menyerang Rumah Pemilik Pohon di Bontang

10 Mei 2026 - 23:21 WIB

Siswi SMPN Kepanjen Malang Jadi Korban Pelecehan Guru, Langsung Berurusan dengan Polisi

10 Mei 2026 - 22:34 WIB

Bergulat Lawan Pencuri Motor, Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak di Kepala

10 Mei 2026 - 17:42 WIB

Beroperasi Sejak 2017, Poltabes Ringkus 14 Sindikat Perjokian Tes Masuk ke Unesa Surabaya

8 Mei 2026 - 16:20 WIB

Trending di Headline