Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM —
KREDONEWS.COM, JOMBANG — Thariqah Shiddiqiyyah melaksanakan hajatan Santunan Nasional peletakan batu pertama pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah.
Dilaksanakan di Dusun Jatimenok, Desa Rejoso Pinggir, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Senin, 22 Juni 2026, dilaksanakan peletakan batu pertama secara nasional sekitar 129 rumah.
Acara dihadiri sekitar 100 orang mulai dari para pimpinan organisasi, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Joko Herwanto, Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid) memberikan penjelasan mendalam mengenai program ini.

Warga Siddiqiyyah melakukan upacara peletakan batu pertama pembangunan rumah di atas tanah milik Suwaji, warga di Dusun Jatimenok, Desa Rejoso Pinggir, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Foto: kredonews.com/ priyo suwarno
“Selama 25 tahun berjalan, telah terbangun sebanyak 2.556 unit rumah di seluruh Indonesia, dengan rata‑rata lebih dari 100 unit setiap tahunnya. Tahun lalu (2025), kami berhasil menyelesaikan 140 unit, dan untuk tahun ini tercatat sudah ada 129 unit yang terdaftar — insya Allah akan terus bertambah hingga setara atau bahkan melebihi capaian sebelumnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa program ini dilaksanakan secara mandiri penuh melalui semangat gotong royong, tanpa mengajukan permohonan bantuan maupun proposal ke pemerintah atau pihak luar.
“Prinsip kami adalah Sami‘na wa Ato‘na — mendengar dan melaksanakan dawuh sang Mursid. Seluruh unsur organisasi dari Oshid, Opshid, YPS, Dhibra, Kausaran Putri, hingga seluruh warga menyumbangkan tenaga, semen, keramik, genteng, dan doa sesuai kemampuan masing‑masing.” Tegas Joko.
“Kami tidak memandang suku, agama, maupun latar belakang penerima bantuan; ini adalah wujud persaudaraan bagi seluruh anak bangsa,” Turunya lagi.
Meski mandiri, program ini tetap terbuka dan inklusif bagi siapa saja yang ingin menjadi mitra kebaikan.
“Kami tidak menutup diri, siapa pun yang ingin bergabung bersama kami menyukseskan tujuan mulia ini sangat kami sambut baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa pembangunan rumah syukur ini menjadi tradisi berkelanjutan yang dilaksanakan dalam tiga momen penting setiap tahun:
- 17 Agustus untuk syukur kemerdekaan,
- 28 Oktober untuk syukur Sumpah Pemuda,
- 10 November untuk syukur jasa para pahlawan.
Semangat ini pun mulai menular ke lingkungan sekitar. Joko menambahkan bahwa di Jombang sendiri kini semakin banyak warga dan komunitas, bahkan Koramil setempat, yang turut tergerak untuk membangun rumah layak huni dengan semangat yang sama.
“Semoga semakin banyak pihak memiliki kesadaran yang serupa, sehingga semakin banyak saudara kita yang mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Program ini telah berjalan secara konsisten selama 25 tahun, atas instruksi langsung Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muhammad Muchtarullohi Mujtaba Mu’thi.
“Beliau mengajarkan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus dibuktikan lewat perbuatan nyata,” kata Joko.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Najib, menyampaikan bahwa penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui proses survei yang teliti dan penuh kehati‑hatian.
“Awalnya kami survei ke beberapa tempat, namun ada yang tidak bersedia dijadikan lokasi. Akhirnya kami menemukan lokasi yang tepat di sini milik Bapak Suwaji.
“Awalnya beliau menginginkan rumah dibangun di bagian depan, namun setelah diperiksa kondisi tanahnya sempit. Kami berkoordinasi dengan Sekretaris Desa, Kepala Dusun, dan Bapak Suwaji sendiri, akhirnya disepakati dibangun di bagian belakang yang luasnya cukup dan sudah bersertifikat jelas.”
“Nantinya akses jalan tetap diatur agar bisa digunakan juga untuk kebutuhan kedua anak beliau. Jika nanti pekerjaan berlangsung hingga malam dan sedikit mengganggu lingkungan, atas nama panitia saya memohon maaf yang sebesar‑besarnya,” jelasnya.
Kepala Desa Rejoso Pinggir, Yoyok Sutrianto, menyambut baik kegiatan ini dengan rasa syukur.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih atas perhatian dan kebaikan dari keluarga besar Shiddiqiyyah. Dalam beberapa tahun terakhir anggaran desa untuk pembangunan rumah layak huni sangat terbatas.”
“Bahkan bantuan dari pemerintah kini harus melalui sistem data pusat yang sangat ketat. Hadirnya program mulia ini menjadi berkah tersendiri bagi warga kami. Semoga keikhlasan dan kegotongroyongan ini dibalas Allah SWT dengan rezeki yang berlipat ganda,” ujarnya. **











