Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
KREDNEW.COM, SURABAYA– Warga masyarakat berbondong-bondong mengantar jenazah sang legenda Bejo Sugiantoro, 48, ke tempat pemakaman umum (TPU) Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 26 Februari 2025, dan jenazahnya dikebumikan tepat di samping makam orang tuanya.
Proses pemakaman dihadiri oleh ratusan pelayat, termasuk para penggemar dan rekan-rekan dari dunia sepak bola yang memberikan penghormatan terakhir kepada legenda Persebaya ini.
Bejo Sugiantoro, legenda sepak bola Indonesia dan mantan pelatih Deltras FC, meninggal dunia pada Selasa, 25 Februari 2025, setelah mengalami kolaps saat bermain sepak bola di Lapangan SIER, Surabaya. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16:50 WIB, ketika Bejo jatuh tak sadarkan diri di lapangan setelah bermain penuh di babak pertama.
Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke RS Royal Surabaya. Namun, meskipun telah mendapatkan perawatan medis, Bejo dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17:35 WIB.
Penyebab kematiannya diduga akibat serangan jantung34. Kabar duka ini disampaikan oleh klub Deltras FC melalui media sosial mereka, yang menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya pelatih kepala mereka.
Tidak ada informasi yang jelas mengenai riwayat sakit sebelumnya dari Bejo Sugiantoro. Sebelum kejadian kolapsnya saat bermain sepak bola, ia tampak sehat dan aktif. Namun, berdasarkan analisis setelah kematiannya, banyak yang menduga bahwa ia mengalami serangan jantung mendadak.
Spesialis jantung mengingatkan bahwa kematian mendadak saat berolahraga sering kali terkait dengan kondisi jantung yang tidak terdiagnosis, seperti kardiomiopati hipertrofik atau aritmia jantung. Meskipun tidak ada riwayat penyakit jantung yang disebutkan, penting bagi individu dengan faktor risiko untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin.
Bejo Sugiantoro, lahir pada 2 April 1977 di Sidoarjo, seorang mantan pemain sepak bola Indonesia yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola nasional. Ia memulai karier profesionalnya di Persebaya Surabaya pada tahun 1994, saat baru berusia 17 tahun, dan menjadi bagian penting dari tim selama hampir satu dekade.
Karier Sepak Bola
Persebaya Surabaya (1994-2003, 2004-2008): Bejo menghabiskan sebagian besar kariernya di Persebaya, tampil dalam 138 pertandingan dan mencetak dua gol. Ia membantu tim meraih gelar Juara Liga Indonesia Premier Division pada musim 1996-1997 dan 2004, serta Juara Divisi Utama Liga Indonesia pada 2006.
Klub Lain: Bejo juga bermain untuk beberapa klub lain, termasuk PSPS Pekanbaru (2003-2004), Mitra Kukar (2008-2009), Persidafon Dafonsoro (2009-2010), Deltras Sidoarjo (2010-2011), dan Perseba Bangkalan (2012-2013).
Prestasi Internasional
Bejo merupakan bagian dari Timnas Indonesia dan berkontribusi dalam berbagai turnamen. Ia meraih medali perak di SEA Games 1997 dan perunggu di SEA Games 1999. Selain itu, ia tampil dalam Piala Tiger (sekarang Piala AFF) sebanyak tiga kali, dengan pencapaian terbaik sebagai runner-up pada tahun 2000 dan 2002.
Karier Pelatihan
Setelah pensiun dari dunia bermain, Bejo beralih ke karier kepelatihan. Ia memulai sebagai pelatih di Persik Kediri pada musim 2016-2017 dan kemudian menjadi asisten pelatih di Persebaya Surabaya. Pada tahun 2019, ia dipercaya untuk menjadi pelatih sementara Persebaya. Terakhir, ia menjabat sebagai pelatih kepala Deltras Sidoarjo untuk musim 2024-2025.
Kehidupan Pribadi
Bejo Sugiantoro adalah ayah dari Rachmat Irianto, yang juga merupakan pemain sepak bola profesional dan sering membela Timnas Indonesia. Bejo dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam mendidik anak-anaknya dan menjadi panutan bagi generasi muda. **