Menu

Mode Gelap

Nasional

Rudal yang Ditembakkan Pasukan Kuwait Tidak Sengaja Rontokkan 3 Pesawat F-15E Amerika

badge-check


					Kuwait dan AS adlaha sekutu dalam memerangi Iran. namun, ada kejadian unik, tak sengaja rual Kuawait mengenai tiga pesawat F-15 E milik Amerika Serikat, rontoh dan jatuh. Foto: Instagram@terkinidodit Perbesar

Kuwait dan AS adlaha sekutu dalam memerangi Iran. namun, ada kejadian unik, tak sengaja rual Kuawait mengenai tiga pesawat F-15 E milik Amerika Serikat, rontoh dan jatuh. Foto: Instagram@terkinidodit

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: Priyo Suwarno

KUWAIT, SWARAJOMBANG.COM- Militer AS mengonfirmasi bahwa tiga jet tempur F-15E Strike Eagle miliknya jatuh di atas Kuwait pada Minggu malam (1/3/2026), selama mendukung Operasi Epic Fury—sebuah operasi gabungan Israel-AS yang diluncurkan pekan lalu untuk menangkal serangan Iran terhadap aset regional.

Demikian pernyataan resmi Komando Pusat AS (CENTCOM) yang dilansir Al-Jazeera pada Senin (2/3/2026), insiden ini disebabkan oleh “tembakan salah sasaran” dari sistem pertahanan udara Kuwait.

“Tiga pesawat F-15E Strike Eagle AS yang terbang untuk mendukung Operasi Epic Fury jatuh di atas Kuwait karena insiden tembakan salah sasaran selama pertempuran aktif,” tulis CENTCOM.

Operasi Epic Fury sendiri merupakan respons terhadap gelombang serangan Iran yang dimulai 25 Februari 2026, melibatkan lebih dari 200 rudal balistik, drone kamikaze Shahed-136, dan jet tempur Iran seperti Su-35 yang disuplai Rusia.

F-15E Strike Eagle, pesawat multirole generasi 4.5 dengan kemampuan membawa bom presisi JDAM hingga 10 ton senjata, sedang melakukan misi pengawasan dan serangan darat ketika tertembak oleh rudal darat-ke-udara Kuwait jenis MIM-104 Patriot—sistem yang juga digunakan AS untuk melindungi pangkalan di kawasan.

“Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan parasut, dievakuasi dengan selamat oleh helikopter Black Hawk AS, dan kini dalam kondisi stabil di fasilitas medis di pangkalan Ali Al Salem, Kuwait,” tambah CENTCOM. Tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Kuwait atau warga sipil.

Kuwait secara resmi mengakui insiden tersebut melalui Kementerian Pertahanan setempat.

“Kami menyesal atas kesalahan identifikasi target di tengah kekacauan pertempuran yang melibatkan ancaman Iran. Koordinasi dengan sekutu AS tetap prioritas,” ujar Jenderal Khaled Al-Sabah, komandan Angkatan Udara Kuwait, dalam konferensi pers singkat Senin pagi.

CENTCOM menyatakan, “Kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait dan dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini.”

Investigasi bersama AS-Kuwait sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti, termasuk kemungkinan gangguan sinyal GPS atau kesalahan komunikasi di tengah lalu lintas udara padat yang mencakup 150+ sorti harian.

Insiden ini menandai kerugian pertama bagi AS dalam operasi tersebut, dengan nilai material mencapai sekitar $250 juta (berdasarkan harga F-15E per unit $80-90 juta).

Analis militer seperti Peter Singer dari think tank New America memperingatkan bahwa “friendly fire” semacam ini bisa melemahkan koalisi anti-Iran, terutama setelah Iran mengklaim “kemenangan” atas jatuhnya jet AS melalui saluran Telegram resminya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

HUT Ke-80 Bhayangkari, Meriah Lomba Mancing Gratis di Kolam Tirtasari Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kena Intimidasi Lagi, Tyo Ardianto Temukan Alat Lacak PBX Finder di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:59 WIB

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Forkompimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang, Warsubi: Pintu Investasi Terbuka Lebar

13 Juni 2026 - 16:34 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakbetas, Riadi Ngasiran: Kami Ingin Merebut Kembali Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:40 WIB

Lesbumi NU menyelenggarakan muktamar di Tambakberas, Jombang, 11 - 14 Juni 2026

Nanik S. Deyang Akui Terus Terang sebagai Cupu Presiden, tetapi Cupu yang Baik

13 Juni 2026 - 13:35 WIB

Trending di Nasional