Menu

Mode Gelap

Tren

RTRW di Jombang Diduga Ada Permainan Zonasi, Lahan Hijau Berubah Jadi Kuning

badge-check


					Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl. A Yani, Bareng,Jombang. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Noved Dori Nurdi) Perbesar

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl. A Yani, Bareng,Jombang. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Noved Dori Nurdi)

Penulis: Hadi S Purwanto  Editor: Hadi S Purwanto

JOMBANG, SWARAJOMBANG.com – Perubahan RencanaTata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tahun 2021 diduga sarat kepentingan dan permainan.

Sejumlah wilayah yang semula masuk zona hijau, berubah menjadi zona kuning atau permukiman. Beberapa yang lain menjadi zona peruntukan lain atau industri.

Sejumlah informasi yang dihumpun SWARAJOMBANG.com menyatakan, ada sejumlah wilayah yang tahun lalu masuk zona hijau, karena  ada kegiatan atau bangunan bisnis,  mendadak berubah menjadi kuning.

“Kalau untuk pembahasan atau keputusan masalah penentuan zonasi itu biasanya tertutup. Hanya  orang-orang tertentu saja yang dilibatkan,” ujar sumber SWARAJOMBANG.com yang enggan disebutkan namanya.

Sumber tadi menambahkan, ada sejumlah kegiatan bisnis seperti perumahan yang berdiri diatas lahan pertanian atau zona hijau. Tapi kemudian mendadak berubah menjadi kuning.

Pantauan SWARAJOMBANG.com di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, ada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang dibangun sejak tahun 2020 dimana saat itu adalah masih zona hijau.

Namun, saat ini zona dimana SPBU itu berdiri sudah berubah menjadi kuning. Sedangkan lahan yang berdempetan dengan SPBU masih zona hijau.

Masih di Desa Bareng, ada pabrik arang briket yang berdiri dan beroperasi dengan bebas meskipun menempati zona hijau.

Di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, ada pula perumahan yang dibangun sejak tahun 2020 yang memanfaatkan lahan pertanian atau zona hijau, tapi konon saat ini sudah berubah menjadi kuning.

Kepala Bappeda Jombang, Danang Praptoko saat dikonfirmasi, Senin (28/3/2022) menyatakan bahwa perubahan zonasi itu adalah keputusan pimpinan.

Saat ditanya siapa pimpinan yang dimaksud, “Ya Bupati dan Wakil Bupati,” kata Danang.

Ditanya soal adanya permainan perubahan zonasi dimana tahun lalu masih lahan pertanian tapi sekarang berubah menjadi kuning karena ada  bangunan bisnis di atasnya, Danang menolak menjawab.

“Kalau yang itu (permainan zonasi) saya tidak mau menjawab,” kata Danang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Agus Purnomo: Insentif RT/RW Pemkab Jombang Ditarget Cair Paling Lambat 10 Maret 2026

7 Maret 2026 - 14:34 WIB

Siswa Makin Bersemangat di SR 8 Jombang, Pembelajaran Pakai Smartboard dan Laptop

9 Januari 2026 - 19:58 WIB

Stok Hanya 700.000, Nvidia Kebingungan Siapkan 2 Juta Chip H200 Pesanan China Senilai Rp 318 Triliun

6 Januari 2026 - 18:31 WIB

Antisipasi Antrean Panjang, Tol Jomo Siapkan 12 Unit Mobil Reader dan SPU Modular

30 Desember 2025 - 11:20 WIB

China Mengejar Belanda, Sukses Bangun ASML Mesin Pembuah Chip Kompter

25 Desember 2025 - 16:59 WIB

Perlindungan Wartawan Dinilai Lemah, Forum Wartawan Kebangsaan Desak Revisi UU Pokok Pers

6 November 2025 - 08:28 WIB

Gercep Kumpul Donasi dan Rehabilitasi Rumah tak Layak Huni Guru TK Yuliana di Johowinongan Mojoagung

15 Oktober 2025 - 12:28 WIB

Cara Pemkot Malang Memperluas PAD, Warung Buka Malam Kena Pajak

3 September 2025 - 21:38 WIB

Trending di Tren