Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
MOROWALI, SWARAJOMBANG.COM – Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN (2005-2010) sekaligus mantan Staf Khusus Menteri ESDM (2014-2016), mengungkap bahwa di balik pengelolaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), terdapat jaringan “bintang-bintang” yaitu mantan jenderal dan pejabat tinggi yang menduduki posisi strategis dalam perusahaan bernama PT Bintang Delapan.
Dalam wawancara tanggal 27 November 2025 seperti diunggah Instagram@okemi.id, Said Didu menyatakan pembangunan IMIP terjadi “lewat jendela,” tanpa izin resmi dari Menteri ESDM sebagaimana mestinya, melainkan menggunakan izin dari Kementerian Perindustrian.
Direksi IMIP mayoritas merupakan mantan pejabat Kementerian Perindustrian, termasuk mantan direktur jenderal yang memudahkan pembangunan smelter meskipun belum mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Said Didu menekankan bahwa pada kunjungannya ke IMIP pada 2015 bersama Menteri ESDM Sudirman Said, smelter besar sudah berdiri meskipun izin lengkap belum ada, dan kawasan ini sudah berfungsi seperti “negara dalam negara.”
IMIP memiliki fasilitas lengkap seperti pelabuhan dan bandara pribadi, kemudahan masuk Tenaga Kerja Asing (TKA), serta pembebasan pajak dan cukai.
Struktur pemegang saham awal IMIP meliputi:
-
Shanghai Decent Investment Group (anak usaha Tsingshan Holding Group, China) sebesar 49,69%
-
PT Sulawesi Mining Investment 25%
-
PT Bintang Delapan Investama 25,31%, perusahaan lokal dengan keterkaitan erat ke industri pertambangan dan pengelolaan IMIP, termasuk kerja sama dengan perusahaan China.
PT Bintang Delapan Investama khususnya erat hubungannya dengan PT Bintang Delapan Mineral, yang dikenal sebagai “founding father” IMIP melalui aktivitas penambangan nikel di Blok Bahodopi, Morowali sejak awal 2010-an, berpartner dengan Tsingshan Group. Mereka juga terlibat dalam proyek patungan pembangkit listrik batubara dan pengelolaan fasilitas bandara IMIP, meski sebagian saham perusahaan ini tetap terkoneksi dengan entitas China.
Susunan komisaris dan direksi PT Bintang Delapan Investama tahun 2025 adalah:
-
Presiden Komisaris: Johnny Pesik
-
Komisaris: Benny Soetrisno
-
Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit: Sintong Panjaitan
-
Wakil Komisaris Utama: Halim Mina
-
Komisaris lainnya: Huang Weifeng
Direksi: -
Direktur Utama: Hamid Mina
-
Wakil Direktur Utama: Erfindo Chandra
-
Direktur: Mikhael
Struktur ini berdasarkan keputusan RUPSL 2022 dengan masa jabatan hingga 2025. Sintong Panjaitan juga Komisaris Utama PT Bintang Delapan Group sejak 2010, induk dari Bintang Delapan Investama.
Sejarah korporasi Bintang Delapan Group bermula sejak 1994 sebagai holding di perdagangan batu bara, nikel, dan pelumas dengan anak usaha seperti PT Bintang Delapan Resources. PT Bintang Delapan Investama sendiri terbentuk kemudian sebagai mitra Shanghai Decent Investment Group untuk membangun terminal pelabuhan IMIP pada 2015.
Kapitalisasi IMIP secara langsung tidak diumumkan karena bukan perusahaan terbuka, namun investasi yang masuk mencapai US$34,3 miliar hingga 2024, setara Rp553,4 triliun (kurs Rp16.090/dolar AS).
Nilai ekspor pada November 2024 tercatat sekitar US$14,45 miliar, dan pembayaran pajak perusahaan sebesar US$1,16 miliar pada 2023.
Ini menggambarkan skala ekonomi IMIP yang sangat besar dan dampaknya terhadap industri nikel dan pengolahan logam di Indonesia.
Pembangunan smelter IMIP diawali tahun 2013 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2015, menandai kawasan industri nikel terintegrasi terbesar di Indonesia dengan 11 smelter dan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pelabuhan dan bandara.
Namun demikian, pembangunan yang dilakukan lewat jalur izin nonstandar dan keterlibatan “bintang-bintang” mantan pejabat menimbulkan kontroversi dan dugaan skandal izin, terutama terkait izin pembangunan smelter yang mestinya dari Menteri ESDM dan penggunaan izin perindustrian saja.
Naskah ini mengedepankan fakta sejarah, struktur pemegang saham, tata kelola perusahaan, dan kontroversi yang diungkap Said Didu dalam wawancara terbaru sebagai sumber utama pembahasan IMIP dan peran PT Bintang Delapan dalam investasi serta tata operasional kawasan industri tersebut. **











