Penulis: Bambang T. Winarno | Editor: Priyo Suwarno
MAGETAN, SWARAJOMBANG.COM- Hujan levat tiga jam du wilayah Mafetan, Sabtu sore 7 Maret 2926, menyebabkan plengsengan runah ambrol menimpa penghuninya.
Seorabg pria bernama Arif Kurniawan, 53 tahun, mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepalanya.
Kasus ini terjadi di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Magetan, Jawa Timur, ambrol, Sabtu sore.
Tubuh korba terperosok bersama material, yang kongsir 5 meter dengan panjang 14 meter itu.
Para tetangga langsung mengevakuasi tubuh korban, serta memberikan pertolongan darurat. Sekaligus memvawa ke RSUD dr. Sayidiman,
Material longsor menimpa rumah milik Kardiman, 30 tahun, berada di bawahnya.
Atapnya, hancur berantakan. Meski pemiliknya selamat, namun sejumlah perabotan rumah tangga ikut terdampak bencana itu.
“Pemilik rumah mengalami luka-luka karena ikut terperosok. Sudah dalam perawatan rumah sakit. Volume longsor sekitar panjang 14 meter dengan kedalaman 5 meter.” Kata Reny Wahyu Puspitasari, Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Magetan, kepada koresponden
“Kejadiannya pada saat wilayah itu diguyur hujan selama tiga jam terus menerus,” kata Reny Wahyu.
Menurutnya, sebelum nahas menimpanya, korban duduk-duduk di sekitar talud rumahnya yang akhirnya longsor itu.
Namun, kata dia, diluar dugaan, tiba-tiba lokasi tempatnya istirahat itu luruh, dan korban tidak sanggup lagi mengantisipasinya untuk menyelamatkan diri.
BPBD setempat mengatakan, sesaat setelah kejadian pihaknya langsung mengirim bantuan darurat kepada para korban.
Bantuan yang telah disalurkan berupa makanan siap saji, tambahan gizi, selimut, paket family kit, paket kebersihan dan terpal.
“Bantuan yang sifatnya darurat langsung kami salurkan kepada para korban. Baik makanan siap saji, selimut dan keperluan dasar lainnya,” tambah Reny.
Sedangkan untuk pembersihan material longsor akan dilaksanakan keesokan harinya, Minggu (08/03/2026), dalam bentuk kerja bakti. Petugas yang direncanakan terlibat antara lain BPBD, Tagana, TNI, Polri serta relawan kebencanaan lainnya.
Tidak terdapat fasilitas lain yang terdampak bencana alam itu, kecuali korban luka dan kerusakan rumah.
Keluarga korban masih bisa menempati bagian rumah yang aman, namun jika trauma, diperbolehkan mengungsi sementara di rumah saudaranya.
Apaat kebencanaan setempat mengimbau agar masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaannya.
“Waspadai tanda-tanda tanah atau dinding rumah retak, pohon atau tiang miring, suara gemuruh dan air keruh keluar dari celah tanah. Segera menjauh dan melapor pihak berwenang terdekat,” kata petugas BPBD. **











