Menu

Mode Gelap

Nasional

Presiden Trump: ‘Armada Besar’ Sedang Menuju Iran

badge-check


					USS Abraham Lincoln Perbesar

USS Abraham Lincoln

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump mengkonfirmasi bahwa AS telah mengerahkan kelompok serang kapal induk dan aset militer di dekat Iran, tetapi bersikeras bahwa dia tidak ingin permusuhan pecah.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada 22 Januari, saat dalam perjalanan dari Davos kembali ke Washington, Trump mengatakan bahwa AS mengerahkan kekuatan angkatan laut yang besar di dekat Iran , menurut AFP.

“Seperti yang Anda ketahui, kami memiliki banyak kapal yang bergerak ke arah itu, untuk berjaga-jaga,” katanya.

“Kami memiliki armada besar yang menuju ke area itu, dan kemudian kita akan lihat apa yang terjadi,” katanya.

Trump juga memperingatkan bahwa Washington memantau dengan cermat tindakan Teheran.

“Kami memiliki kekuatan yang sangat besar yang diarahkan ke Iran. Saya benar-benar tidak ingin melihat sesuatu terjadi,” tegasnya, merujuk pada pernyataan Iran pekan lalu bahwa mereka telah membatalkan rencana untuk mengeksekusi para demonstran.

Pernyataan-pernyataan ini disampaikan di tengah konfirmasi dari pejabat AS bahwa sebuah kelompok tempur kapal induk dan aset militer tambahan sedang dikerahkan ke wilayah tersebut.

Sejumlah besar kapal perang, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln , bersama dengan kapal perusak dan jet tempur, telah ditarik dari kawasan Asia-Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan.

Seorang pejabat AS mengatakan Washington juga mempertimbangkan untuk mengerahkan sistem pertahanan udara tambahan.

Presiden Trump menegaskan kembali bahwa pengerahan pasukan bukan berarti tindakan militer tidak dapat dihindari.

“Kita punya armada. Kekuatan angkatan laut yang besar sedang menuju ke sana, tetapi kita mungkin tidak perlu menggunakannya. Mari kita tunggu dan lihat,” katanya.

Sebelumnya, Trump telah menyatakan keinginan untuk menghindari aksi militer lebih lanjut terhadap Iran, tetapi pada saat yang sama memperingatkan bahwa AS akan membalas jika Teheran melanjutkan program nuklirnya.

“Mereka tidak diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir. Jika itu terjadi, aksi militer akan terus berlanjut,” kata Trump kepada CNBC , merujuk pada serangan udara skala besar AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Sementara itu, lebih dari tujuh bulan telah berlalu sejak Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terakhir kali memeriksa persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, meskipun peraturan mewajibkan pemantauan bulanan.

Di dalam negeri, situasinya tetap sangat tidak stabil karena belum jelas apakah protes yang menewaskan lebih dari 3.000 orang di Iran berisiko meletus kembali`***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Saksi Rahasia Serahkan Dana Rp8,3 Miliar ke KPK, Kasus OTT KKP Banjarmasin Mulyono Purwo

8 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Trending di Nasional