Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
ACEH, SWARAJOMBANG.COM – Presiden Prabowo Subianto langsung memotong pemaparan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat menyebut “uang lelah” Rp165.000 untuk prajurit TNI penanganan bencana di Sumatera dan Aceh.
“Untuk tentara bukan uang lelah, karena prajurit TNI tidak boleh lelah,” tegas Prabowo, dan usulkan istilah “uang semangat” sebagai penghargaan dedikasi.
Koreksi ini disampaikan Prabowo pada rapat koordinasi penanganan bencana, Kamis (1/1/2026) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Saat itu, Suharyanto menjelaskan anggaran dukungan termasuk uang makan dan “uang lelah” per prajurit di lapangan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan untuk kondisi darurat.
Prabowo menegaskan bahwa doktrin dan etos TNI tidak mengenal lelah, terutama dalam operasi kemanusiaan seperti bencana. Pergeseran istilah ke “uang semangat” dimaksudkan membangun citra TNI sebagai prajurit selalu siap dan bersemangat, bukan sekadar kompensasi kelelahan.
Respons BNPB
BNPB langsung menerima koreksi Prabowo. Suharyanto merespons “Siap, tidak mengenal lelah, siap” dan “Uang saku, Bapak, siap”, lalu lanjutkan pemaparan tanpa hambatan.
Secara resmi, BNPB berencana ubah nomenklatur “uang lelah” menjadi “uang semangat” di dokumen dan laporan, sejalan arahan presiden untuk hormati etos TNI.
Respons ini tunjukkan koordinasi cepat tanpa konflik, perkuat narasi pengabdian TNI dalam bencana Sumatera.
Rapat dipimpin Prabowo libatkan 10 menteri, anggota kabinet, 15 direktur utama BUMN, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, Bupati Tamiang, serta pejabat K/L terkait. Tujuannya percepatan penanganan dampak bencana besar di Aceh Tamiang dan sekitar, termasuk koordinasi BNPB-TNI-pemda hindari tumpang tindih bantuan.
Dilaksanakan di tenda rapat terbatas pasca tinjauan Prabowo atas 600 unit hunian sementara Danantara (target 15.000 rumah korban).
Fokus evaluasi kerusakan Sungai Tamiang, pendalaman alur laut, pengerahan alat berat, dan anggaran pusat besar. Kunjungan ini bagian serangkaian inspeksi Prabowo ke daerah terdampak bencana Sumatera, tekankan terobosan teknis TNI. **











