Menu

Mode Gelap

Nasional

Polisi Tangkap Dua Aktivis Lingkungan, Pasca Melapor ke Jakarta Soal Aktivitas Tambang Batu Andesit di Jepara

badge-check


					Aksi unjuk rasa di depan  depan Polrestabes Semarang meminta agar Fathul Munif dan Adetya Pramandira dibebaskan, Kamis, 27 November 2025. Mereka mendesak polisi melepas tanpa syarat dua aktivis lingkungan. Foto: amanat.id Perbesar

Aksi unjuk rasa di depan depan Polrestabes Semarang meminta agar Fathul Munif dan Adetya Pramandira dibebaskan, Kamis, 27 November 2025. Mereka mendesak polisi melepas tanpa syarat dua aktivis lingkungan. Foto: amanat.id

Penulis: Adi Wardhono  |    Editor: Priyo Suwarno

JEPARA, SWARAJOMBANG.COM-  Adetya Pramandira, staf Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Tengah, bersama warga tani Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Jepara, melakukan pelaporan ke lembaga pusat di Jakarta terkait dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan batu andesit yang mengancam sumber air dan lahan pertanian mereka.

Sesaat setelah kembali ke Semarang pada 27 November 2025, Adetya bersama aktivis Fathul Munif dari Aksi Kamisan Semarang ditangkap polisi secara mendadak tanpa surat penangkapan yang jelas, sebagai tindak lanjut atas tuduhan penghasutan dan penyebaran informasi bohong terkait demonstrasi Agustus 2025.

Kedua aktivis itu kini menghadapi proses hukum yang dikritik sebagai kriminalisasi atas perjuangan mereka membela lingkungan hidup dan hak warga petani di Jepara.

Warga Desa Sumberrejo sejak akhir 2024 melakukan penolakan terhadap tambang batu andesit yang beroperasi dekat bendungan irigasi, sumber air, dan permukiman. Mereka khawatir limbah tambang mencemari sungai dan merusak mata air serta lahan pertanian yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Warga bahkan sempat berhasil menghentikan sementara aktivitas tambang melalui surat pernyataan pada awal 2025, tetapi aktivitas tambang kembali berlangsung sehingga menimbulkan konflik berkelanjutan dan intimidasi terhadap warga penolak.

Kriminalisasi Aktivis

Penangkapan Adetya Pramandira dan Fathul Munif terjadi tanpa panggilan resmi sebelumnya dan langsung dilakukan di kediaman mereka di Semarang pada pagi hari.

Adetya sebelumnya baru pulang dari mendampingi warga Desa Sumberrejo dan Dayunan yang mengadukan dugaan pelanggaran oleh perusahaan tambang ke Gakkum KLHK, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan di Jakarta.

Polisi menuduh keduanya terkait dengan aksi unjuk rasa pada Agustus 2025, menggunakan pasal penghasutan dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penangkapan ini memicu kecaman dari berbagai pihak karena dianggap sebagai tindakan represif terhadap pembela lingkungan dan demokrasi.

Konflik tambang ini telah menimbulkan ketegangan signifikan di Desa Sumberrejo, dengan warga dan aktivis melakukan berbagai aksi bersama seperti menghadang alat berat, membersihkan saluran irigasi yang tercemar, dan memperkuat struktur tanah untuk mencegah longsor.

Mereka terus menuntut penghentian permanen aktivitas tambang yang merusak lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup mereka. Pendampingan WALHI dan LBH menjadi vital dalam memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada warga dan aktivis yang menghadapi tekanan dan ancaman pidana.

Tambang batu andesit di Desa Sumberrejo dioperasikan oleh CV Senggol Mekar GS-MD yang memiliki izin dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah sejak November 2024.

Aktivitas tambang ini menghasilkan limbah tanah yang menyebabkan pencemaran air dan potensi longsor di sekitar bendungan irigasi dan permukiman warga. Selain CV Senggol Mekar, terdapat tambang lain seperti milik CV Batu Intan di sekitar wilayah tersebut, yang ikut menjadi perhatian warga atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Reframing dari sudut pandang ini menekankan perjuangan warga dan aktivis lingkungan dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan serta respon represif dari aparat terhadap mereka yang membela hak hidup dan kelestarian alam di Jepara.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Helikopter Jatuh di Bukit Tapang Tingan Sekadau, SAR 24 Jam Operasi Evakuasi 8 Jenazah

17 April 2026 - 22:50 WIB

Aksi Unjuk Rasa Massa GMNI Bermuara Dialog di Gedung DPRD Jombang

17 April 2026 - 19:27 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:34 WIB

Pertemuan Tertutup Tim KPK dengan Pejabat Pemkab Jombang, Bahas Gratifikasi

17 April 2026 - 15:03 WIB

Helikopter Angkut 8 Orang, Jatuh di Hutan Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:38 WIB

Pemkab Langsung Menutup MBG: Sebanyak 155 Siswa SD-SMP-SMA di Anambas Diduga Keracunan

16 April 2026 - 18:24 WIB

1.939 Jiwa Warga Solo Terdampak Banjir Luapan Kali Jenes, BMKG Masih Bisa Turun Hujan Lagi

16 April 2026 - 16:00 WIB

Penyelam Lakeguard Sarangan Temukan Botol Berisi Benda Mistis, Babinkamtibmas: Jangan Macam macamlah!

16 April 2026 - 10:29 WIB

Yenna Yuniana Perempuan di Balik Misteri Motor Listrik BGN Senilai Rp1,2 Triliun

15 April 2026 - 23:00 WIB

Trending di Nasional