Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
PASURUAN, SWARAJOMBANG.COM— Dendam lama terus membara mendorong Sapari, 42, membacok Sukirman, 58, mantan kades Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu pagi, 28 Mei 2026.
Akibatnya Sukirman mengalami luka serius akibat disabet dan dibacok menggunakan parang oleh seorang warga setempat.
Insiden itu segera diketahui cepat oleh warga sekitar, sehingga pelaku tidak sempat melarikan diri jauh dan langsung berhasil diringkus oleh petugas kepolisian Polres Pasuruan.
Peristiwa terjadi pukul 10.00 WIB di Jalan Dusun Krajan, persis di depan rumah korba.
Seorang warga yang melihat kejadian itu menjelaskan, saat itu Sukirman berjalan santai sendirian di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya.
Tiba-tiba, seorang pria yang dikemudian hari diketahui bernama Sapari (42) datang mengendarai sepeda motor sendirian.
Naik Motor
Saat motornya melewati korban, Sapari tiba-tiba menghentikan kendaraannya, turun dengan cepat, dan langsung mengayunkan senjata tajam yang sudah disiapkan ke arah tubuh Sukirman.
Serangan terjadi mendadak dan bertubi-tubi. Korban sempat berusaha menangkis dan lari, namun terkena sabetan di bagian lengan kiri, bahu, hingga kepala hingga jatuh terguling di pinggir jalan.
Mendengar teriakan minta tolong dan melihat kejadian itu, warga yang ada di sekitar langsung berdatangan dan mengejar pelaku.
Sapari sempat berusaha kabur, namun terpojok oleh massa warga yang terus memburu. Tak lama kemudian, anggota Polres Pasuruan yang mendapat laporan cepat tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku beserta senjata tajam parang yang dipergunakan untuk melakukan tindak kekerasan.
Korban dengan kondisi berdarah-darah segera dibawa menggunakan kendaraan pribadi warga ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan medis sementara, Sukirman mengalami luka robek cukup dalam di beberapa bagian tubuh, namun kondisinya masih stabil dan nyawanya selamat.
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, motif kejadian diduga kuat bermula dari perselisihan lama terkait sengketa batas tanah dan lahan pertanian.
Masalah ini diketahui sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak Sukirman masih menjabat sebagai Kepala Desa Wotgalih pada periode 2013–2019, namun belum menemukan titik terang penyelesaiannya hingga memuncak menjadi kekerasan ini.
Keterangan Polisi
Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Endy Purwanto, S.H., membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media.
“Benar, kami sudah mengamankan pelaku bernama Sapari, warga desa setempat. Kami juga sudah menyita barang bukti berupa senjata tajam parang. Korban sudah kami antar ke rumah sakit untuk dirawat,” ujar AKP Endy.
“Penyebab utamanya sementara kami dalami adalah masalah pribadi dan sengketa tanah yang sudah lama. Saat ini pelaku sudah kami bawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan secara mendalam, serta akan kami jerat dengan pasal penganiayaan berat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih mendalami kronologi lengkap dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap latar belakang sengketa yang berujung pada pembacokan ini.
Warga berharap kasus ini menjadi pelajaran agar persoalan warga diselesaikan melalui jalur musyawarah atau hukum, bukan dengan kekerasan yang merugikan kedua belah pihak.**











