Menu

Mode Gelap

Hukum

Polisi Manahan Dokter Anestesi, Tersangka Kasus Pembiusan dan Rudapaksa Perempuan Penunggu Pasien

badge-check


					Direkrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol  Surawan menggelar konferensi pers, Rabu, 9 April 2025,  di mapolda Bandung Mengungkap kasus pembiusan dan pelecehan seksual oleh dr Priguna Anugerah Pratama terhadap seorang perempuan yang sedang menunggui pasien. Instagram@lbj_jakarta Perbesar

Direkrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan menggelar konferensi pers, Rabu, 9 April 2025, di mapolda Bandung Mengungkap kasus pembiusan dan pelecehan seksual oleh dr Priguna Anugerah Pratama terhadap seorang perempuan yang sedang menunggui pasien. Instagram@lbj_jakarta

BANDUNG, SWARAJOMBANG.COM- Seorang pria yang sudah punya istri Priguna Anugerah Pratama, 30, seorang dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, ditahan oleh Polda Jawa Barat, sebagai tersangka kasus pembiusan dan ruda paksa terhadap seorang perempuan yang sedang menunggu ayahnya dirawat di ICU.

Demikian ungkap Kombes Pol Surawan, Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat yang melaksanakan konfrerensi pers , di Mapolda Jabar, Rabu 9 April 2025. Dia mengatakan bahwa dokter tersebut telah ditahan  sejak 23 Maret 2025 dan menyatakan bahwa pihaknya memberikan informasi lebih lanjut mengenai kronologi kasus ini.

Menurut laporan, Priguna diduga mendekati korban yang sedang menjaga ayahnya di ruang ICU, menawarkan bantuan medis dan kemudian membawanya ke ruangan kosong di mana tindakan asusila terjadi.

Kejadian ini dilaporkan terjadi pada 18 Maret 2025, dan korban dilaporkan telah dibius sebelum mengalami tindakan tak senonoh itu. Pihak kepolisian telah menetapkan Priguna sebagai tersangka dan ia ditahan sejak 23 Maret 2025.

RSHS dan Universitas Padjadjaran (Unpad) telah mengeluarkan pernyataan mengecam tindakan tersebut dan memastikan bahwa mereka akan mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, mengkonfirmasi bahwa pelaku adalah peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Unpad dan telah dikembalikan ke fakultasnya setelah kejadian ini terungkap. Unpad juga menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dan mendukung korban dalam proses hukum.

Kasus ini telah memicu reaksi luas di media sosial, dengan banyak pihak menyerukan agar pelaku dihukum berat untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi medis.

Kronologi kasus Priguna Anugerah Pratama, dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang diduga melakukan tindak rudapaksa  terhadap seorang wanita yang sedang menunggu pasien, sebagai berikut:

Maret 2025: Peristiwa ini terjadi ketika seorang wanita sedang menjaga ayahnya yang dirawat di ruang ICU. Pelaku, Priguna, menawarkan bantuan untuk mengecek kecocokan darah karena pasien membutuhkan transfusi. Ia mengajak korban ke lantai VII gedung baru RSHS yang masih kosong dengan alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

18 Maret 2025: Di ruangan tersebut, Priguna diduga memberikan obat bius kepada korban hingga tidak sadarkan diri. Setelah siuman, korban merasa telah menjadi korban pemerkosaan dan merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya, termasuk area genital.

23 Maret 2025: Korban dan keluarganya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Priguna ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Jabar.

9 April 2025: Kasus ini mencuat ke publik setelah akun media sosial mengunggah utas yang menjelaskan dugaan tersebut. Rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pelaku juga beredar dan dijadikan barang bukti dalam penyelidikan.

Pascakasus: Setelah pengungkapan kasus ini, Priguna diberhentikan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Padjadjaran dan menjadi sorotan publik karena tindakan asusila yang dilakukannya. Polisi menyatakan bahwa saat dokter itu telah menjalani penahanan.

Kasus ini memicu reaksi luas di masyarakat, dengan banyak pihak menyerukan agar pelaku dihukum berat untuk menjaga kepercayaan terhadap profesi medis.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

HM Basuki Pejabat ‘Rahasia’ KDMP: Rekrutmen Ini adalah Titipan Pejabat Jombang

14 Mei 2026 - 18:19 WIB

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Gus Ipul Mencopot Dua Pejabat Kemensos, Soal Lelang Sepatu Rp700.000/ Pasang

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Urus NIB Gratis Program Pinter Ngaji Saat CFD depan Pemkab Jombang 17 Mei 2026

13 Mei 2026 - 23:01 WIB

Nadiem: Melampaui Akal Sehat, Saat Dituntut Hukumam 18,5 Tahun Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

13 Mei 2026 - 21:43 WIB

Massa AMPB Desak Kapolres Pati Dicopot, Jumat Datang Lagi Bawa Alat Dapur

13 Mei 2026 - 17:02 WIB

Jombang Heboh File Rahasia Rekrutmen KDMP Bocor, Tertera Nama Pejabat yang Beri Rekomendasi

13 Mei 2026 - 14:31 WIB

MPR Minta Maaf kepada Yosepha Alexandra dan Beri Beasiswa ke Tiongkok, dari Kasus Minus 5

12 Mei 2026 - 20:45 WIB

MPR melakukan respon luar biasa, ketika juri memberi nilai ninus 5 kepada siswi SMA1 Pontianak. Selain minta maaf secara kelembagaan, MPR juga menawari beasiswa penuh belajar ke Tiongkok. Cerdas cermat 4 Pilar MPR, ternyata ada begitu meresap endingbya. Foto: ist

Babinsa Grati Ringkus Lansia Pencuri Motor Bawa Bonded, di Depan SDN1 Kalipang Pasuruan

11 Mei 2026 - 22:56 WIB

Trending di Headline