Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang sawahnya terendam banjir harus bersabar menanti bantuan benih padi dari pemerintah daerah. Penyaluran baru terealisasi Maret 2026 setelah pendataan dan pengadaan selesai, meski genangan air sudah mulai surut di sebagian lahan.
Dinas Pertanian (Disperta) Jombang menargetkan bantuan tersebut rampung pasca-verifikasi lapangan dan administrasi. Kepala Disperta Jombang, M Rony, Kamis (22/1/2026), menyebut tim masih memeriksa tingkat kerusakan tanaman di wilayah terdampak.
“Banjir sempat menggenangi 307,11 hektare sawah, tapi hanya 65 hektare di Kecamatan Ngusikan yang benar-benar gagal panen,” tutur Rony. Pendataan dilakukan sejak awal banjir hingga 15 Januari 2026 sebagai dasar penentu penerima.
Pengadaan benih padi direncanakan Maret untuk musim tanam kedua sekitar April-Mei. Disperta menyiapkan 25 kilogram benih per hektare khusus lahan puso, agar petani bisa segera menanam ulang setelah lahan kering dan diolah.
Sebelumnya, banjir akibat luapan Sungai Marmoyo merendam ratusan hektare sawah di Kecamatan Ploso. Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto, Minggu (18/1/2026), mendesak Disperta segera mendata kerugian dan mengusut penyebab banjir berulang.
“Ini masalah serius. Disperta wajib turun lapangan dan teliti akar masalah agar petani tak terus rugi tiap tahun,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.











