Menu

Mode Gelap

Headline

Pemkab Jombang Didorong Serius Pastikan Situs Ploso adalah Kelahiran Bung Karno

badge-check


					Pengamat sejarah Jawa Timur, Arif Yulianto mendorong agar pemkab Jombang lebih serius untuk melakukan formal bahwa Titik Nol Ploso, adalah lokasi lahirnyany sang Proklamator Ir Soekarno (Bung Karno). Foto: bongkah.com Perbesar

Pengamat sejarah Jawa Timur, Arif Yulianto mendorong agar pemkab Jombang lebih serius untuk melakukan formal bahwa Titik Nol Ploso, adalah lokasi lahirnyany sang Proklamator Ir Soekarno (Bung Karno). Foto: bongkah.com

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Pemerhati sejarah Jombang, Jawa Timur, Arif Yulianto atau Cak Arif, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk mengelola secara serius narasi kelahiran Bung Karno di Ploso.

Ia menilai cerita sejarah ini sebagai aset potensial yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah.

Cak Arif menekankan bahwa kisah lahirnya Presiden pertama RI, Soekarno, tak boleh terbatas pada diskusi akademis atau wacana belaka. Pemkab perlu sigap menjadikannya sebagai fondasi pembangunan budaya.

“Narasi ini harus jadi komitmen nyata dalam kebijakan, bukan sekadar perspektif,” katanya, Minggu (18/1/2026).

Kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang dan penelitian sejarawan memperkuat keyakinan bahwa Bung Karno lahir di Ploso pada 6 Juni 1902, didukung dokumen tertulis serta cerita lisan masyarakat setempat.

“Ini kebanggaan Jombang, karena proklamator dan presiden pertama bangsa berasal dari sini,” tegasnya.

Ia mengusulkan langkah konkret seperti menetapkan situs kelahiran di Ploso sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, lengkap dengan pelestarian dan pengembangan terstruktur.

Rumah bekas kelahiran yang masih milik swasta pun perlu jadi prioritas. “Pemkab bisa membelinya jika diperlukan. Jejak tokoh nasional ini wajib dilindungi secara khusus,” ujar Cak Arif.

Selain itu, ia mendorong rekonstruksi rumah, penataan kawasan sekitar, serta pengembangan UMKM lokal untuk menjadikannya destinasi wisata sejarah.

“Pengelolaan tepat akan beri dampak ganda: pelestarian sejarah sekaligus kemakmuran ekonomi,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan budayawan Jombang, Nasrul Ilah atau Cak Nas, adik dari MH. Ainun Najib. Ia menyebut narasi ini sebagai kebanggaan daerah. “Bung Karno lahir di Jombang, ini luar biasa,” katanya.

Cak Nas berharap situs di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, segera ditetapkan cagar budaya dan dipugar. Ia juga menekankan pengajaran nilai kebangsaan Bung Karno di sana, khususnya untuk generasi muda dan pelajar. “Jika jadi wisata sejarah, ajarkan dan hidupkan semangatnya di lokasi itu,” tutupnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tragis Cara Pencopotan Purbaya Lewat Telepon, Bersamaan Prabowo Lantik Suahasil sebagai Menkeu

15 September 2026 - 00:30 WIB

Hadapi Wajib Halal Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus

14 September 2026 - 19:05 WIB

Malang Gempa M 5,2 Tidak Ada Tsunami

14 September 2026 - 18:43 WIB

Prabowo Resmi Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru

14 September 2026 - 17:03 WIB

Dua Bocah Warga Simomulyo Surabaya Tewas Terbakar di Dalam Kamarnya

13 September 2026 - 20:22 WIB

KM Virgo 8 Tenggelam: 102 Orang Berhasil Dievakuasi Selamat, 140 Dalam Pencarian, Satu Korban Tewas

13 September 2026 - 16:16 WIB

Angkut 243 Orang dan 54 Kendaraan Hilang Bersama KM Virgo 8 di sekitar 80 Mil ke Arah Banjarmasin

13 September 2026 - 10:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (56): Tak Usah Dibunuh, agar Bayar Pajak

13 September 2026 - 03:21 WIB

Warung Mie Babi Sukoharjo Diserang dan Dibakar Empat Pria Bertopeng

13 September 2026 - 02:55 WIB

Trending di Nasional