Menu

Mode Gelap

Hukum

Oktadella: Masih Banyak Korban Pelecehan Pilih Diam, PUSPA Buka Posko Pelaporan

badge-check


					Octadella Billytha Permatasari, Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Octadella Billytha Permatasari, Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Banyak kroab lebih memilih diam, oleh karena itu PUSPA (Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) akan membuka pos komando (Posko) pelaporan kasus-kasus pelecehan seksual yang menimpa perempaun anak di Jombang.

“Posko pengaduan kekerasan seksual penting sebagai pintu awal bagi korban, tapi pencegahan akar masalah jauh lebih krusial agar anak-anak tak terus jadi korban,” tegas Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Jombang, Octadella Billytha Permatasari, Sabtu (10/1/2026).

Maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan pelajar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat. Kondisi ini menuntut langkah penanganan yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan yang berkelanjutan.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Della ini menekankan, penanganan kasus kekerasan seksual tidak boleh berhenti setelah kejadian terjadi.

Menurut Della, maraknya kasus yang melibatkan oknum guru maupun anggota keluarga menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan serta edukasi perlindungan anak di lingkungan terdekat korban.

Ia menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik, bukan justru menjadi tempat yang memicu trauma.

“Ketika pelaku berasal dari lingkungan terdekat korban, ini menandakan bahwa sistem perlindungan kita belum berjalan optimal. Sekolah dan rumah harus menjadi ruang paling aman bagi anak,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang fokus pada isu perempuan dan anak, PUSPA Kabupaten Jombang terus mendorong edukasi dini terkait batasan tubuh, relasi sehat, serta keberanian melapor bagi anak dan remaja.

Della menilai, masih banyak korban kekerasan seksual yang memilih diam karena rasa takut, malu, atau tidak mengetahui jalur pengaduan.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka tidak sendiri. Negara dan masyarakat hadir untuk melindungi, bukan menghakimi,” katanya.

Ia menambahkan, Kabupaten Jombang telah memiliki regulasi yang berpihak pada korban kekerasan seksual.

“Perda Nomor 6 Tahun 2025 Kabupaten Jombang tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan memberikan dasar hukum yang kuat bagi kami di lapangan,” ujar Della yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jombang.

Menurutnya, perda tersebut menjadi pedoman dalam pendampingan korban, pencegahan, hingga edukasi kepada masyarakat.

“Dengan adanya payung hukum ini, anak dan perempuan yang mengalami kekerasan dapat lebih yakin bahwa haknya dilindungi dan ada jalur bantuan yang jelas,” imbuhnya.

Untuk itu, Della mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga orang tua untuk bersinergi menciptakan ekosistem perlindungan anak yang kuat.

“Kekerasan seksual adalah kejahatan serius. Penanganannya tidak bisa parsial. Harus ada kerja bersama, dari pencegahan, pendampingan korban, hingga pemulihan,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan seksual di Jombang, PUSPA berharap momentum ini menjadi titik balik untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan memastikan hak anak atas rasa aman benar-benar terwujud. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pasca Penggerebegan Little Aresha, Walikota Yogya akan Sweeping Jasa Penitipan Anak dan PAUD

26 April 2026 - 12:52 WIB

Polisi Yogya Gerebek Daycare Little Aresha Tangkap 30 Orang, Diduga Siksa Bocah Titipan

26 April 2026 - 01:37 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Ketua DPRD Magetan Suratno Ditahan Kejari, Tangis Pecah Saat Digiring ke Mobil Tahanan

23 April 2026 - 21:28 WIB

Menang Gugatan Rp119 Triliun Lawan Hary Tañoe, Jusuf Hamka Sujud Syukur

23 April 2026 - 11:13 WIB

Polres Jombang Ungkap Temuan Jasad di Megaluh, Korban Pembunuhan di Purwoasri Kediri

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Headline