Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
IRAN, SWARAJOMBANG.COM – Di lereng pegunungan barat daya Iran, seorang pilot AS—mungkin Weapons Systems Officer (WSO) dari F-15E Strike Eagle—sedang diburu seperti buronan paling berbahaya.
Iran membuka sayembara hadiah untuk warga yang menangkapnya, memicu demam perburuan darat sejak 3 April 2026. Sementara itu, puing pesawat tempur elite Amerika berserakan, menjadi saksi bisu ketegangan yang membara antara Washington dan Teheran.
Konfirmasi datang dari dua sisi: sistem pertahanan udara Iran—diduga S-300 atau S-400—menembak jatuh F-15E di wilayah tengah atau barat daya negeri itu.
Dua awak melontarkan diri dengan parasut. Satu diselamatkan pasukan AS dalam operasi cepat; yang lain hilang, menjadi target prioritas Iran.
Media Teheran sempat mengklaim penangkapan lengkap dengan foto pilot, tapi laporan terkini hanya menyebut spekulasi viral tanpa bukti kredibel. Tidak ada identitas resmi, nama, atau detail pribadi yang bocor dari Pentagon atau Gedung Putih.
Tak jauh dari sana, tragedi kedua mengguncang: A-10 Warthog jatuh di perairan dekat Selat Hormuz. Pilot tunggalnya dievakuasi utuh oleh tim AS, yang menyebutnya kecelakaan operasional.
Iran bersikeras klaim tembakan mereka, merilis foto puing yang awalnya salah diidentifikasi sebagai F-35, lalu dikoreksi menjadi F-15E. Analisis independen membenarkan: puing cocok dengan Strike Eagle, bukan jet siluman.
Kronologi
F-15E Strike Eagle: Pagi Jumat, 3 April 2026, radar Iran mendeteksi pesawat ini mendekati wilayah udara sensitif. Roket pertahanan menghantam, memaksa dua awak bailout di daerah pegunungan terpencil. Satu selamat, yang lain lenyap—kini jadi incaran sayembara Iran yang memicu warga sipil ikut berburu.
A-10 Warthog: Tak lama kemudian, jet serbu legendaris ini jatuh dekat Selat Hormuz. Iran pamer video puing, tapi AS tegaskan bukan tembakan musuh. Pilot selamat, menambah daftar “hampir” dalam hari yang kacau itu.
Presiden Donald Trump langsung bereaksi, menyebut insiden ini “bagian dari perang” di media sosialnya. Klaim superioritas udara AS kini dipertanyakan, apalagi saat Washington justru bernegosiasi gencar untuk akhiri konflik.
Pemerintahan Trump konfirmasi Trump sudah dapat laporan, tapi bungkam soal identitas pilot hilang. Ketegangan AS-Iran meroket, dengan operasi SAR AS bersaing melawan perburuan darat Iran. Nasib pilot itu? Masih misteri, tapi pegunungan Iran tak pernah sepanas ini. **











