Menu ✖

Mode Gelap

Headline

Mantan Bendahara Polresta Samarinda Dihukum 4 Tahun Penjara, Terbitkan 196 SPM Fiktif Rp 4 Miliar Lebih

badge-check


					Seorang mantan perwira dan menjabat sebagai bendahara Polresta Samarinda, kaltim, divonis hukuman 4 tahun penjara, serta uang pengganti Rp 200 juta. Ia terbukti membuat 196 surat perintah membayar (SPM) fiktif. Foto: ist Perbesar

Seorang mantan perwira dan menjabat sebagai bendahara Polresta Samarinda, kaltim, divonis hukuman 4 tahun penjara, serta uang pengganti Rp 200 juta. Ia terbukti membuat 196 surat perintah membayar (SPM) fiktif. Foto: ist

Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno

SAMARINDA, SWARAJOMBANG.COM – Dari balik meja bendahara yang seharusnya menjaga anggaran polisi, mantan perwira Polresta Samarinda, Suharto Bin Toyib, merajut jaringan tipu muslihat keuangan di polres Samarinda, Kalimantan Timur.

Selama empat bulan di awal 2021, ia memalsukan sekitar 196 dokumen Surat Perintah Perintah Pembayaran (SMP) fiktif  untuk mencuri Rp4 miliar dana operasional negara—uang yang seharusnya menjaga keamanan warga Samarinda.

Kini, pensiunan polisi berpangkat menengah itu dijebloskan ke penjara selama 4 tahun oleh Pengadilan Tipikor Samarinda, mengakhiri babak panjang pengkhianatan yang dimulai sejak 2013.

Licin

Pelakunya adalah polisi perwira yang duduk sebagai endahara pengeluaran yang punya akses penuh ke Dana Instalasi Pembiayaan Anggaran (DIPA) Polresta Samarinda. Suharto, yang menjabat Kasi Keuangan sejak 2013, memanfaatkan posisinya sempurna.

Antara Januari-April 2021, ia ciptakan 196 Surat Perintah Membayar (SPM) palsu, lengkap dengan kwitansi fiktif dan bukti transfer abal-abal. Total Rp4.072.216.884 lenyap untuk kepentingan pribadi, sementara dana DIPA keseluruhan mencapai Rp21 miliar.

Ia tak peduli mutasi ke Kasatpol Air Polresta Bontang pada April 2021—malah tetap kelola dana ilegal tanpa Rencana Penarikan Dana (RPD) atau restu Kapolresta.

Bahkan saat sakit dan dirawat, aksinya tak terhenti. Dokumen-dokumen itu jadi kunci pencairan, yang terbukti dalam dakwaan jaksa di PN Tipikor Samarinda (No. 58/Pid.Sus-TPK/2025/PN Smr).

Perkara ini ditangani Pengadilan Tipikor Samarinda dengan nomor 58/Pid.Sus-TPK/2025/PN Smr, dan vonis dikirimkan akhir Maret atau awal April 2026. Suharto divonis hukuman selama 4 tahun penjara, dengan uang ganti rugi Rp 200 juta.

Akhir Maret/awal April 2026, Majelis Hakim di bawah Ketua Radityo Baskoro kutuk Suharto: 4 tahun penjara, denda Rp200 juta (subsider 6 bulan kurungan). Lebih ringan dari tuntutan jaksa, tapi vonis sudah inkracht, berkekuatan hukum tetap per 30 Maret 2026.

Kasus terungkap dari penyelidikan Kejaksaan Tinggi Kaltim pada 2021-2025, dengan kerugian negara Rp4.072.216.884 akibat penyelewengan dana DIPA Januari-April 2021.

Jejak

2013-2021: Kekuasaan Tanpa Awasi
Suharto naik pangkat jadi AKP atau setara, mengelola keuangan Polresta Samarinda sendirian. Tak ada yang curiga hingga akhirnya audit tercium.

2021-2023: Penyelidikan Meledak
Kejaksaan Tinggi Kaltim selami kasus ini. Audit BPKP Perwakilan Kaltim pada 22 Desember 2023 tetapkan kerugian negara. Suharto ditetapkan tersangka; jaksa sita Rp100 juta tunai plus tumpukan dokumen palsu.

2025-2026: Sidang yang Sengit
Sidang perdana November 2025. Jaksa panggil saksi kunci seperti Sandi dan Novi dari bagian keuangan. Pada 27 November dan 18 Desember, pemeriksaan lanjut—ditemani kuasa hukum LKBH Widya Gama. Akhir Maret/awal April 2026, Majelis Hakim di bawah Ketua Radityo Baskoro kutuk Suharto: 4 tahun penjara, denda Rp200 juta (subsider 6 bulan kurungan). Lebih ringan dari tuntutan jaksa, tapi vonis sudah inkracht, berkekuatan hukum tetap per 30 Maret 2026.

Kasus ini jadi pengingat pahit: jabatan bisa jadi pisau bermata dua, menusuk kepercayaan publik dan kantong negara.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:44 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:23 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:05 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:23 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Polisi Jombang Ringkus Pelaku Love Scamming di Lampung

28 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Polres Jombang Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Muktamar NU ke-35

26 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Perkuat Sinergitas, Empat Pilar Peradilan Pidana Jombang Gelar Olahraga Bersama

24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Trending di Hukum