Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Menteri Amran Sebut Pengusaha Besar Nikmati Rp 70 Triliun dari Subsisi Beras Nasional

badge-check


					Dalam paparan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaian menyebutkan bahwa keberhasilan produksi beras di depan Presiden Prabowo, soal pangan khususnya beras, disebutkan bahwa pemerintah memberi subsidi beras Rp 160 triliun, akan tetapi sebesar Rp 70 triliun jatuh ke tangan pengusaha besar. Foto: Instagram@kementrianpertanian Perbesar

Dalam paparan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaian menyebutkan bahwa keberhasilan produksi beras di depan Presiden Prabowo, soal pangan khususnya beras, disebutkan bahwa pemerintah memberi subsidi beras Rp 160 triliun, akan tetapi sebesar Rp 70 triliun jatuh ke tangan pengusaha besar. Foto: Instagram@kementrianpertanian

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |    Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa subsidi pemerintah untuk beras mencapai sekitar Rp4.900–Rp5.000 per kilogram, dengan total subsidi beras nasional sekitar Rp160 triliun.

Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya atau sekitar Rp70 triliun dinikmati oleh konglomerat besar yang menguasai rantai distribusi beras, demikian paparan Menteri Pertania Andi Amran Sulaiman, depan Presiden Prabowo, awal November 2025 lalu.

Subsidi ini dialokasikan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani agar mendapat harga layak dan konsumen agar beras tetap terjangkau. Namun, distribusi yang masif memungkinkan pengusaha besar mendapatkan porsi subsidi signifikan melalui pengolahan dan penjualan kembali beras bersubsidi.

Artinya, dana subsidi yang seharusnya langsung membantu petani kecil dan konsumen banyak terserap oleh perusahaan besar yang mengendalikan rantai pasok.

Produksi beras nasional diperkirakan melonjak 13,54% menjadi 34,77 juta ton pada 2025, didukung oleh subsidi pupuk, alat mesin pertanian, dan irigasi.

Pemerintah bahkan menyiapkan stok cadangan lebih dari 4 juta ton untuk ketahanan pangan. Meski demikian, tantangan utama terletak pada pengelolaan subsidi agar tepat sasaran, tanpa bocor ke rantai distribusi yang menguntungkan modal besar.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, Menteri Amran mengajukan pemerintah memperkuat pengawasan pendistribusian melalui Bulog dan operasi pasar, memastikan harga beras tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia juga mendorong pengusaha besar beralih ke sektor lain seperti gula, pertambangan, dan manufaktur, agar bisnis besar tidak terus menguasai sektor pangan yang seharusnya difokuskan untuk kesejahteraan petani dan konsumen.

Langkah ini sekaligus mendorong peningkatan produksi nasional melalui intensifikasi, ekstensifikasi lahan, dan hilirisasi pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi.

Dengan demikian, rantai pasok beras yang selama ini menguntungkan konglomerat besar diharapkan bisa lebih adil dan tepat sasaran, melindungi petani kecil sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan rakyat.

Menghadapi maslaah itu, Menteri Amran mengusulakn beberap solusi:

  • Menegaskan pentingnya menjaga distribusi beras bersubsidi agar tepat sasaran demi melindungi petani dan konsumen, serta meminta pelaku usaha besar tidak mengganggu kebijakan subsidi yang menyangkut kehidupan masyarakat luas.

  • Mengusulkan agar pelaku bisnis besar beralih ke sektor lain seperti industri gula, pertambangan, atau manufaktur agar tidak mengganggu sektor pangan yang harus dikelola secara hati-hati demi rakyat banyak.

  • Memperkuat operasi pasar bersama Bulog untuk stabilisasi harga beras, sehingga harga di lapangan tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan subsidi bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh konsumen.

  • Memperketat pengawasan dan intervensi di rantai distribusi agar beras bersubsidi tidak bocor dan tidak dinikmati secara tidak proporsional oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

  • Mendorong penguatan produksi beras nasional melalui intensifikasi, ekstensifikasi lahan, penguatan irigasi, serta hilirisasi pertanian, sehingga ketergantungan pada subsidi bisa berkurang dengan meningkatnya pasokan beras dalam negeri. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aquarium Underwater Rp120 M, akan Dibangun Jatim Park Group-Investor Malaysia

24 September 2026 - 20:18 WIB

PHPS: Telur Ayam Ras Rp30.100, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu Per Kilogran

24 September 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Siapkan Rp3,8 T, untuk Warga Usia 17 Tahun Berupa Rekening Rp50 Ribu

23 September 2026 - 20:11 WIB

Pasokan Gas Terbatas PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim

22 September 2026 - 20:40 WIB

Beras Fortifikasi Menyumbang Kenaikan Harga

21 September 2026 - 19:06 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

Harga Emas Jadi Rp2,623 Juta Per Gram, Naik Rp25.000

18 September 2026 - 20:31 WIB

PPn Dipastikan 11 Persen, Tidak Naik

18 September 2026 - 20:11 WIB

Pajak Market Place Mulai 1 November 2026

17 September 2026 - 16:30 WIB

Trending di Ekonomi