Menu

Mode Gelap

Tren

Menko Muhadjir Imbau Aremania Batalkan Demo

badge-check


					Menko PMK, Muhadjir Effendy tampak berfoto bersama suporter Aremania usai dialog di Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (3/10/2022). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menko PMK, Muhadjir Effendy tampak berfoto bersama suporter Aremania usai dialog di Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (3/10/2022). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Anwar Hudijono

MALANG, SWARAJOMBANG.com Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau agar Aremania (julukan suporter Arema FC) membatalkan  niatnya untuk melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan  setelah tujuh hari musibah kubro Stadion Kanjuruhan Malang.

“Toh sebagian besar  tuntutan Aremania sudah dipenuhi. Bahkan tak kurang Presiden Joko Widodo sendiri sudah memberi perhatian sangat serius,” kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Menurut Muhadjir, sekalipun Aremania berjanji akan melakukan aksi dengan damai,  tetapi tidak ada jaminan hal-hal yang diluar kendali tidak akan terjadi.

“Hal yang lebih penting adalah mengawal proses-proses hukum yang mulai berlangsung serta  melanjutkan mitigasi khususnya  penyembuhan trauma (trauma healing) bagi para kurban dan keluarganya,” ujar Muhadjir.

Imbauan Muhadjir cukup beralasan. Tuntutan Aremania dalam waktu sepekan harus ada yang ditetapkan sebagai tersangka sudah dipenuhi pemerintah. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menetapkan enam tersangka pada insiden Kanjuruhan.

Mereka adalah Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto,  Kasat Samapta Polres Malang berinisial DSA, anggota Brimob Polda Jatim berinisial H, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, Security Officer Arema Suko Sutrisno.

Cenderung eksplosif

Tuntutan Aremania agar dilibatkan dalam pencarian fakta sudah dipenuhi dengan langkah Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) minta keterangan kepada Aremania. Bahkan Muhadjir sendiri mempersilakan Aremania melakukan investigasi untuk kemudian disampaikan kepada TGIPF.

Kekhawatiran Muhadjir bisa  terjadi hal-hal yang tidak terkendali di dalam aksi demo,  tidak berlebihan. Meskipun yang digelar aksi damai, tetapi suasana sosial masih cenderung eksplosif. Terlihat banyak poster bernada emosional yang dipasang di banyak tempat seperti jembatan penyeberangan, pagar, fasilitas publik lainnya.

Wacana yang berkembang di kerumunan-kerumunan Aremania bahwa insiden Kanjuruhan bukan musibah  atau kerusuhan melainkan pembantaian oleh polisi terhadap rakyat tak berdosa.

Sebagaimana diberitakan musibah kubro (besar) atau insiden Stadion Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam saat berlangsung pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia Baru (LIB).

Dalam insiden itu 131 nyawa melayang, ratusan orang luka-luka. Para korban terdiri laki-laki dan perempuan, anak-anak berumur 4 tahun sampai orang tua. Dari kalangan penonton, pedagang asongan dan polisi.

Pemerintah dinilai responsif terhadap insiden ini. Dipresentasikan dengan tindakan Menko PMK yang turun ke lapangan pada kesempatan pertama.

Penanganan mitigasi atau tanggap darurat benaca sosial yang selesai hanya dalam waktu dua hari. Yang langsung disambung dengan penanganan investigasi dengan turunnya TGIPF.

Insiden ini merupakan yang terbesar dalam sejarah sepak bola dunia dalam 40 thun terakhir. Melampaui tragedi Stadion Heysel Brussels tahun 1985 dalam pertandingan Liverpool melawan Juventus yang menewaskan 39 orang dan 600 orang luka-luka.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Agus Purnomo: Insentif RT/RW Pemkab Jombang Ditarget Cair Paling Lambat 10 Maret 2026

7 Maret 2026 - 14:34 WIB

Siswa Makin Bersemangat di SR 8 Jombang, Pembelajaran Pakai Smartboard dan Laptop

9 Januari 2026 - 19:58 WIB

Stok Hanya 700.000, Nvidia Kebingungan Siapkan 2 Juta Chip H200 Pesanan China Senilai Rp 318 Triliun

6 Januari 2026 - 18:31 WIB

Antisipasi Antrean Panjang, Tol Jomo Siapkan 12 Unit Mobil Reader dan SPU Modular

30 Desember 2025 - 11:20 WIB

China Mengejar Belanda, Sukses Bangun ASML Mesin Pembuah Chip Kompter

25 Desember 2025 - 16:59 WIB

Perlindungan Wartawan Dinilai Lemah, Forum Wartawan Kebangsaan Desak Revisi UU Pokok Pers

6 November 2025 - 08:28 WIB

Gercep Kumpul Donasi dan Rehabilitasi Rumah tak Layak Huni Guru TK Yuliana di Johowinongan Mojoagung

15 Oktober 2025 - 12:28 WIB

Cara Pemkot Malang Memperluas PAD, Warung Buka Malam Kena Pajak

3 September 2025 - 21:38 WIB

Warsubi Bawa Setandan Pisang ke Posko Forum Rakyat Jombang untuk Menjawab Penolakan Kenaikan Pajak

2 September 2025 - 21:09 WIB

Trending di Nasional