Menu

Mode Gelap

Nasional

Mengaku Uang Habis, ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

badge-check


					PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) menelantarkan 196 calon jemaah umrah. Ada yang terkatung katung di bandara Juanda, dan di masjid alunalun Jombang, Minggu, 30 Agustus 2026. Foto: Ist Perbesar

PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) menelantarkan 196 calon jemaah umrah. Ada yang terkatung katung di bandara Juanda, dan di masjid alunalun Jombang, Minggu, 30 Agustus 2026. Foto: Ist

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

 JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM— Sungguh merana nasib 196 calon jemaah yang batal berangkat umrah ke Tanah Suci, Minggu, 30 Agustus 2026. Kini, mereka menuntut agar seluruh uang  telah disetor dikembalikan penuh.

Tuntutan itu disampaikan langsung kepada perwakilan PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group), bernama Dwi Setyawan dan Muhammad Hidayat hadir dalam mediasi di Polres Jombang pada Minggu siang tadi, 30 Agustus 2026.

Kejadian bermula sejak dini hari tadi, sekitar pukul 01.00 WIB, ketika kurang lebih 196 calon jemaah berkumpul di halaman Masjid Agung Baitul Mukminin, kawasan Alunalun Jombang.

Mereka bersiap berangkat ke Tanah Suci. Hingga pukul 04.00 WIB keberangkatan belum juga terlaksana.

Setelah ditunggu berjam-jam, barulah Dwi Setyawan dan Muhammad Hidayat selaku perwakilan travel muncul dan menyampaikan kabar mengejutkan: seluruh dana pembayaran jemaah diklaim telah habis tanpa penjelasan rinci mengenai penggunaannya.

Padahal sebelumnya dinyatakan segala persiapan lengkap dan siap berangkat.

Situasi memanas ketika perwakilan travel mengajukan rencana sepihak: hanya sekitar 40 orang yang boleh berangkat hari itu, terpisah dari rombongan utama dan belum tentu satu keluarga dapat bersama.

Para jemaah menolak tegas. Sebagian yang sudah sampai di Bandara Juanda pun membatalkan perjalanan setelah mendapat kabar dari Jombang.

Kedua perwakilan travel akhirnya dibawa ke Polres Jombang untuk dimintai keterangan.

Dalam mediasi yang melibatkan pihak jemaah, perwakilan travel, tokoh ulama, serta unsur KBIH Muslimat NU, para jemaah menyampaikan tuntutan utama: pengembalian seluruh dana secara utuh dan segera.

Kepercayaan sudah hilang setelah janji dilanggar, dana diklaim habis tanpa bukti, lalu muncul syarat baru berupa biaya tambahan Rp3 – 5 juta per orang untuk gelombang berikutnya, sesuatu yang tidak pernah disepakati dalam perjanjian awal.

Para jemaah menolak biaya tambahan apa pun serta menolak skema keberangkatan bertahap.

Pihak travel sempat menawarkan solusi keberangkatan bergelombang, namun ditolak bulat karena tidak ada jaminan pasti waktu keberangkatan gelombang selanjutnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan resmi.

Dwi Setyawan dan Muhammad Hidayat belum menyanggupi pengembalian dana maupun menjelaskan rinci kemana dana ratusan juta rupah tersebut mengalir.

Belum juga ada klarifikasi dari Kementerian Agama terkait status izin operasional travel tersebut. Masyarakat diimbau teliti memastikan izin resmi penyelenggara perjalanan ibadah sebelum menyerahkan pembayaran.

Kronologi

– ±01.00 WIB — 200 calon jemaah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang

– ±04.00–05.00 WIB — Perwakilan travel Dwi Setyawan & Muhammad Hidayat hadir, kabarkan dana habis; hanya 40 orang boleh berangkat hari itu

– Pagi hari — Jemaah menolak; kedua perwakilan dibawa ke Polres Jombang

– Siang hari — Mediasi: jemaah menuntut seluruh uang dikembalikan utuh; tolak biaya tambahan & keberangkatan bertahap

– Sore hari — Belum ada kesepakatan; rincian penggunaan dana belum dijelaskan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Daging Sapi Berpotensi Terus Naik, Ini Penyebabnya

30 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Sidoarjo Masih Dilanda Cuaca Panas, Penghujan Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Implant Blindsight, Elon Musk: Yang Buta Bisa Melihat!

30 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Massa Berkaos Gambar Terbalik Terobos Masuk Arena Muktamar NU, Berhasil Dihalau Petugas Keamanan

30 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Mencermati Abuse of Power pada RUU Perampasan Aset

30 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Bukti Video Bertebaran, Diduga Pelaku Pengeroyokan Bambang Setyawan adalah Kelompok GRIB

29 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Sinergi Bersama, PT Surya Sarana Sentosa Ke-23 Tahun Tegaskan Komitmen Sosial dan Ketahanan Pangan

29 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Gerombolan Preman Diduga Serang dan Aniaya Bambang Setyawan Penjual Cermin Pejompongan

29 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Polisi Menangkap dan Menahan 322 Orang dalam Aksi Demo di Jakarta

29 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Trending di Nasional