Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (48): Tentara tak Bela Raja Harus Mati

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

SWARAJOMBANG.COM— Menjelang kematiannya di Plains of Abraham, sebelum memasuki Quebec, Mayor  Jenderal James Wolfe memerintahkan Pasukan Jalan Kaki keduapuluhnya dalam perintah resimennya.

Prajurit yang tidak bisa naik pangkat atau yang diajukan untuk digantung pada tiang bendera, harus segera dibunuh oleh Perwiranya yang memimpin peleton itu atau dibunuh oleh Perwira atau Sersan pengganti peleton itu.

Prajurit yang tidak berperang bagi Raja dan negerinya tidak berhak hidup. Prajurit pasukan republik yang berniat ikut perang tidak terlampau takut kepada para komandan mereka dibanding pada kondisi perang dan musuh.

Ketika perang revolusi Amerika terjadi, seorang pemberontak menyerang Quebec ditangkap pasukan Ingrris. Meski demikian, dia membiarkan pengkhianat berikutnya, yaitu Benedict Arnold, mengalahkan pasukan dalam perang jalanan.

Dia pun terus mengepung sebuah pasukan yang lebih kuat di kota Kanada dengan sisa-sisa pasukan relawannya. Meski terserang musim dingin mengerikan, orang-orang Amerika terus bertahan.

Semangat mereka digambarkan dengan penuh rasa kagum oleh seorang major Inggris, yang menemukan bahwa para perwira Yankee yang tertangkap terdiri dari seorang pandai besi dan tukang kayu, seorang penjagal dan penyamak kulit, seorang pembuat sepatu serta penjaga pub yang semuanya “berpura-pura yang menjadi pria-pria terhormat”.

Dengan demikian, mobilitas sosial dan kurangnya hukuman memungkinkan pasukan Arnold bertahan hidup sehingga terpaksa mundur pada tahun 1776, ketika badai salju memungkinkan mereka pergi dari kawasan itu. Seperti terjadi dalam berbagai ekspedisi sebelumnya, penyakit membunuh mereka.

Lubang-lubang kematian digali sepanjang jalan menuju Ticonderoga. Cacar air, tifus dan malaria serta disentri membunuh lebih banyak tentara dibanding peluru tentara Inggeris.

Peristiwa yang sama terjadi dalam barak musim dingin Jenderal George Washington tahun berikutnya di Valley Forge, setelah serangkaian kekalahan di daerah seputar New York yang diduduki. Para prajurit hidup dengan sedikit kue kering dan air.

”Dr Waldo tidak bisa menelan sup daging sapi, yang penuh dedaunan terbakar kotor yang sangat menyakitkan sehingga seorang Hector pun meludahinya.”

Pasukan ditunjang dengan aturan-aturan dari pelatih Prussia mereka, Friedrich Wilhelm von Steuben dan kebencian yang dilandasi sikap patriotik mereka atas para penyerang asing, khususnya para serdadu bayaran Hessia.
Propaganda melawan Inggris juga membuat mereka terus bergerak.

Seorang jaksa Pennsylvania melukiskan keyakinannya atas perilaku para musuh, dengan melukiskan, mereka adalah “para bandit, yang dipimpin oleh monster perampok kejam, Jenderal Howe… menghancurkan dan membakar apa saja yang mereka sukai, merampok, menjarah pria dan wanita, mencuri anak laki-laki berusia di atas 10 tahun, memerawani para perawan, menggiring mereka ke kota demi kepentingan mereka, menggiring ternak sapi, domba, babi.

Sedangkan ayam, mentega, makanan, daging, sari apel, mebel dan berbagai jenis pakaian dimuat di atas kuda-kuda kami.

Proses historis untuk hidup dari tanah ini diulang lagi oleh komandan Inggris yang paling ditakuti, Letnan Kolonel Banastre Tarleton, satu-satunya orang yang berniat membabat bangsa Amerika dengan taktik perang gerilayanya sendiri.

Dia tidak membawa tawanan dalam perjalanan jauhnya yang penuh dengan perampokan.

Dia mengeksekusi mati kaum penganut sekte agama Quaker dan para pemberontak. “Tarleton Quarters” yang seharusnya berarti pengampunan Tarleton pun kemudian diartikan sebagai tidak ada ampun.

Meski demikian, setelah kekalahannya di Cowpens, kampanye terornya tidak mampu menyelamatkan pasukan Lord Cornwallis dari penyerahan dirinya di Yorktown.

Di sanalah, Inggis menyerahkan diri kepada George Washington dan Lafayette, yang kemudian mengirimkan surat ke rumah mereka, “Tuan, permainannya telah selesai.” (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Destry Damayanti: DP 0% untuk Semua Jenis Rumah

21 Oktober 2026 - 19:21 WIB

KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda, SAR Gabungan Berhasil Evekuasi 460 Penumpang dan Kru

21 Oktober 2026 - 17:07 WIB

2026 PAD Mencapai 77,69 %, Sholahuddin: Mengarah Jombang Mandiri Anggaran

21 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Aparat Polres Mojokerto Ringkus 21 Terduga Pelaku Pengeroyokan Massal di Jl. Umpu Nala

21 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Kadinkes Jombang Dr Hexawan: Kesembuhan TBC Menuju 90 %, Tingkat Fatality DB Berhasil Ditekan 0,003 %

21 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Trending di Nasional