Penulis: Mulwarman | Editor: Priyo Suwarno
MALUKU, SWARAJOMBANG.COM– Datang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki ke Maluku, khususnya ke Pulau Buru, asisten pelatik timnas PSSI, Denny Landzaat mendapat sambutan meriah dari warga pulau awal April 2025.
Ia diarak dari pelabuhan hingga ke rumah saudaranya ibunya yang masih ada di pulau bekas tempat tahanan politik PKI itu. Dia pun dipayungi, bahkan diiringi dengan musik selama jalan kaki ke rumah bibinya.
Momen ini menjadi sorotan publik setelah ia disambut hangat oleh warga setempat. Dalam video yang beredar, Landzaat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyambutnya dan menyiapkan berbagai hidangan untuknya. “Terima kasih atas sambutannya dan telah menyediakan banyak makan. Di sini kita pesta-pesta”.

Denny Landzaat, yang lahir di Amsterdam pada 6 Mei 1976 dan memiliki darah Maluku dari pihak ibunya, menunjukkan kemahirannya dalam berbahasa Indonesia dengan menggunakan dialek khas Maluku saat berinteraksi dengan keluarga dan tetanggan saudraanya. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke kampung halamannya dalam suasana lebaran 2025, meskipun ia tidak merayakan lebaran secara langsung.
Sebelum terbang ke Ambon, Landzaat juga terlihat melaksanakan ibadah di salah satu gereja di Jakarta. Ia mengungkapkan rasa syukur saat mendarat di Bandara Namniwel Maluku dan disambut oleh petugas bandara. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen emosional bagi Landzaat tetapi juga memperkuat ikatan antara dirinya dan komunitas Maluku.
Landzaat terlihat pulang ke Pulau Baru, yang merupakan bagian dari daerah asal keluarganya. Ia disambut hangat oleh warga setempat, menunjukkan kedekatannya dengan komunitas di sana. Ia datang ke pulau Buru, karena ibunya bernama Tina Salasiwa adalah perempuan yang lahir di pulau itu.
Nama desa tempat asal ibu Denny Landzaat adalah Pulau Buru, Maluku. Ibunya, yang bernama Tina Salasiwa, berasal dari daerah tersebut.
Tina Salasiwa, ibu Denny Landzaat, pergi ke Belanda pada usia dua tahun bersama ribuan orang lainnya, termasuk tentara yang terlibat dalam konflik antara Belanda dan Indonesia. Keberangkatan ini terjadi setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dan merupakan bagian dari gelombang emigrasi yang melibatkan banyak orang dengan latar belakang serupa.
Tina Salasiwa memiliki darah Maluku dan merupakan bagian dari komunitas yang mengalami tantangan sosial dan politik di Indonesia pada masa itu. Dalam beberapa wawancara, Denny Landzaat mengungkapkan rasa keterikatan emosionalnya dengan masyarakat Maluku dan sejarah keluarganya. Meskipun ia lahir di Amsterdam, Landzaat merasa bangga dengan warisan Malukunya dan sering berbicara tentang pentingnya identitas tersebut dalam hidupnya.
Biodata
Nama Lengkap: Denny Domingues Landzaat
Tanggal Lahir: 6 Mei 1976
Tempat Lahir: Amsterdam, Belanda
Usia: 48 tahun
Tinggi: 178 cm
Posisi Bermain: Gelandang bertahan
Karier Sepak Bola
Karier Klub
Denny Landzaat memulai karier profesionalnya di Ajax pada tahun 1995, meskipun hanya tampil satu kali di tim utama. Ia kemudian bermain untuk beberapa klub ternama Eropa, termasuk:
MVV Maastricht (1996-1999): 102 penampilan, 10 gol
Willem II (1999-2003): 139 penampilan, 38 gol
AZ Alkmaar (2003-2006): 79 penampilan, 22 gol
Wigan Athletic (2006-2008): 52 penampilan, 5 gol
Feyenoord (2008-2010): 38 penampilan, 5 gol
FC Twente (2010-2013): 50 penampilan, 2 gol
Willem II (2014): 9 penampilan, 0 gol
Total, ia mencatatkan 461 penampilan dan mencetak 82 gol selama kariernya di level klub.
Karier Internasional
Landzaat juga berkontribusi untuk Timnas Belanda antara tahun 2001 hingga 2008 dengan mencatatkan 38 penampilan dan mencetak satu gol. Ia merupakan bagian dari skuad Belanda yang berlaga di Piala Dunia 2006.
Karier Kepelatihan
Setelah pensiun sebagai pemain pada tahun 2014, Landzaat beralih ke dunia kepelatihan. Ia telah menjabat sebagai asisten pelatih di berbagai klub dan tim muda:
AZ Alkmaar U21 (2014-2018)
Feyenoord (2018)
Al-Ittihad (2019-2020)
Willem II (2021)
Al-Taawoun (2022)
Lech Poznań (2022-2024).
Asisten Pelatih PSSI (Maret 2025) **