Menu

Mode Gelap

Hukum

Massa Menjarah Gudang Bulog Pondok Batu, Akibat Krisis Pangan Banjir Bandang di Sumut

badge-check


					Diduga akibat kesulitan memperoleh bahan makanan dan terjadi kelaparan, warga melakukan penjarahan di gudang Bulog, Pondok batu, yang berada di antara Sibolga, Tapteng, Sumatera Utara, Sabtu 27 November 2025. Foto: hitamgputih.daily Perbesar

Diduga akibat kesulitan memperoleh bahan makanan dan terjadi kelaparan, warga melakukan penjarahan di gudang Bulog, Pondok batu, yang berada di antara Sibolga, Tapteng, Sumatera Utara, Sabtu 27 November 2025. Foto: hitamgputih.daily

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

TAPANULI TENGAH, SWARAJOMBANG.COM — Bukan hanya melakukan aksi penjarahan minimarket dan logistik bantuan, tetapi juga terjadi  menjarah gudang Bulog di Pondok Batu,  di perbatasan antara Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Aksi ini diduga dipicu oleh kelaparan akibat krisis pangan pascabencana yang terjadi pada Sabtu, 29 November 2025.

Perbuatan tersebut terjadi karena warga diduga adalah korban bencana yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Saat dikonfirmasi terkait insiden ini pada Sabtu, 29 November 2025, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, memberikan keterangan resmi.

Ia menyatakan bahwa di dalam gudang Bulog di Pondok Batu terdapat sekitar 2.400 ton beras dan 43.000 liter minyak goreng, yang memang diperuntukkan sebagai bantuan pangan bagi masyarakat, termasuk korban bencana.

Namun, Budi Cahyanto mengakui bahwa pihaknya belum dapat memastikan jumlah beras dan minyak goreng yang sudah diambil oleh warga dalam insiden penjarahan tersebut.

Bulog saat ini tengah berupaya menyalurkan bantuan pangan ke wilayah terdampak melalui berbagai jalur, terutama via laut dari luar Sumatera Utara. Hal ini disebabkan oleh akses darat yang sulit dan gangguan jaringan internet di daerah tersebut.

Kejadian ini menjadi sorotan karena meskipun bantuan dari pemerintah sudah tersedia, warga tetap terdorong melakukan penjarahan akibat kelaparan dan krisis pangan.

Bulog meminta warga untuk tetap tenang dan yakin bahwa stok pangan di gudang masih tersedia, serta distribusi bantuan akan terus dijalankan.

Namun, pihak Bulog juga menyampaikan bahwa gangguan dan penjarahan seperti ini dapat memperbesar kesulitan dalam distribusi logistik bantuan, memperparah kondisi korban bencana.

Bulog menegaskan bahwa stok pangan di gudang Pondok Batu masih cukup serta akan memperkuat kapasitas gudang dan distribusi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448, Ketua DPRD Hadi Atmaji Hadiri Acara Doa Bersama di Pendopo Pemkab Jombang

17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Rencana PHK 1.000 Karyawan PT SGS Masuk dalam RDP Komisi D DPRD Jombang

17 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pesawat Pembom Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh, Amerika Alami Kerugian Rp1,340 Triliun

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap, Kendati BBM Nonsubsidi Naik

16 Juni 2026 - 20:56 WIB

Gaji Selama Enam Bulan untuk Korban PHK

16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Datangi Rumah Korban Minta Maaf dan Berdamai di Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Pelaki dan korban sebelumnya sudah sepakat damai, lalu mencabut perkara di Polsek Pungging, Mojokerto

Palu Diguncang Gempa Magnetudo 6.7, Muncul Laporan Gedung dan Korban Luka

16 Juni 2026 - 16:33 WIB

Diskon 30 Persen KA Pandalungan Relasi Jember-Gambir 18 Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Nasional