Menu

Mode Gelap

Headline

Massa Korban Banjir Bandang di Sumut Lakukan Aksi Penjarahan Minimarket, karena Mengalami Lapar Ekstrem

badge-check


					Banyak penjarahan di minimarket di disitribusi logistik di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera Utara. Alasannya, korban banjir bandang mengalami kondisi lapar ekstrem. Foto: tangkap layar video Instagram@medsos_medan Perbesar

Banyak penjarahan di minimarket di disitribusi logistik di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera Utara. Alasannya, korban banjir bandang mengalami kondisi lapar ekstrem. Foto: tangkap layar video Instagram@medsos_medan

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

TAPANULI TENGAH, SWARAJOMBANG – Terjadi aksi massa menjarah sejumlah minimarket (Alfamart dan Indomart) terjadi pasca musibah banjir bandang besar yang melanda wilayah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, 25 November 2025.

Sejumlah minimarket di beberapa lokasi tercatat menjadi sasaran penjarahan akibat kelaparan ekstrem warga yang terisolasi oleh bencana. Wilayah yang terdampak penjarahan antara lain: Kota Pandan, Hajoran, Pinangsori, Hutabalang.

Hingga Sabtu 29 November 2025 ini, ribuan warga korban banjir bandang masih belum bisa mendapatkan pembagian logistik dari BNPB, akibat akses jalang banyak tertutup oleh materaila batu dan lumpur  serta jutaan kubil kayu.

Video viral merekam aksi di satu swalayan di Kecamatan Sarudik, Kota Pandan, meski identitas toko tidak jelas. Hingga kini, Polres Tapanuli Tengah belum merilis daftar lengkap minimarket yang dijarah, dengan fokus utama pada penanganan bencana dan distribusi bantuan logistik.

Hingga Sabtu 29 November 2025, di 12 lokasi terdampak banjir bandang di Sumatera Utara, pasokan bahan makanan masih sangat langka. Hambatan utama adalah ruas jalan utama yang terputus atau tertutup longsoran batu dan kayu yang melintang di hampir semua akses jalan.

Kombes Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, membenarkan insiden penjarahan tersebut dan menyatakan kasus ini sedang ditangani oleh Polres Tapanuli Tengah.

BNPB melalui Kepala Basarnas, Suharyanto, menyebutkan bahwa penjarahan juga sempat terjadi pada saat distribusi bantuan logistik yang direbut warga dalam kondisi kelaparan ekstrem.

Insiden penjarahan paling banyak terjadi di Tapanuli Tengah dengan Sibolga sebagai titik kasus terpisah yang serupa. Otoritas terkait belum merilis data lengkap jumlah kasus, lebih memprioritaskan penyaluran bantuan darurat.

Pemerintah dan aparat keamanan merespon persoalan ini dengan:

  • Mempercepat distribusi logistik darurat melalui jalur udara dan jalur alternatif untuk menjangkau warga yang terisolasi sejak banjir bandang terjadi.

  • Pengamanan ketat oleh Polres Tapanuli Tengah terhadap minimarket dan kawasan yang rawan penjarahan, dengan tujuan mencegah eskalasi kekacauan sosial.

  • Pemulihan akses jalan utama seperti jalur Onan Ganjang-Pakkat yang tertutup longsor untuk memperlancar kendaraan pengangkut bantuan.

Warga setempat dengan kondisi lapar ekstrem dan terisolasi memicu desakan kuat terhadap percepatan penyaluran bantuan pangan.

Otoritas berharap dengan pemulihan distribusi pangan yang merata, aksi penjarahan yang didorong oleh kebutuhan mendesak dapat dicegah, khususnya di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah yang masih mengalami krisis pangan hingga Sabtu 29 November 2025.

Tambahan fakta dari sejumlah laporan menyebutkan, bencana banjir bandang dan longsor telah menyebabkan ribuan rumah rusak dan mengisolasi banyak warga yang terpaksa mengungsi ke hutan dan daerah terpencil.

Jaringan komunikasi dan listrik terputus sehingga komunikasi bantuan sangat terganggu. Warga ada yang terjebak di hutan selama beberapa hari sebelum akhirnya dievakuasi.

Kelaparan akibat minimnya pasokan logistik memicu ketegangan sosial dan tindak penjarahan sebagai bentuk respon frustrasi dan kebutuhan dasar yang sangat mendesak.​

Penjarahan yang terjadi bukan hanya di minimarket tetapi juga menyasar distribusi logistik darurat yang sempat direbut warga akibat kelaparan ekstrem, sehingga pihak BNPB dan Polres Tapanuli Tengah fokus melakukan pengamanan ekstra pada titik-titik distribusi bantuan dan mempercepat pemulihan akses jalan sebagai langkah prioritas penanggulangan bencana.​

Naskah ini kini menggambarkan konteks lebih lengkap mengenai situasi sosial dan kemanusiaan akibat bencana banjir bandang di Sumatera Utara, termasuk fakta penjarahan yang dipicu oleh kelaparan ekstrem serta langkah-langkah pemerintah dan aparat dalam penanganannya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Yogya Gerebek Daycare Little Aresha Tangkap 30 Orang, Diduga Siksa Bocah Titipan

26 April 2026 - 01:37 WIB

Pintu DPRD Jombang Telah Dibuka: Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso Bersama TACB dan Pemerhati Sejarah

25 April 2026 - 11:51 WIB

Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia Jeneponto, 23 Siswa Dirawat

25 April 2026 - 10:53 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Dibatasi Maksimal 5 Pak Pembelian Beras SPHP 

24 April 2026 - 19:06 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf
Trending di Headline