Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Keluarga besar Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya dua mahasiswi, Faizatur Magfiroh (22 tahun) dan Zahrotun Mas’udah (22 tahun), asal Jombang, korban kecelakaan di depan SPBU Rejoagung, Tulungagung.
Keduanya merupakan warga Desa Sumberjo, Megaluh, Jombang. Kecelakaan terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 12.27 WIB, tepat di depan SPBU Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Korban merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung asal Kabupaten Jombang, yaitu:
-
Faizatur Maghfiroh, mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi Syariah yang baru saja diwisuda pada Wisuda ke-47 Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
-
Zahrotun Mas’udah, mahasiswi Program Studi S1 Tadris Bahasa Indonesia yang dijadwalkan mengikuti Wisuda ke-50 Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada November mendatang.
Saat evakuasi, jenazah keduanya menunjukkan tanda benturan parah akibat tabrakan keras dengan Bus Harapan Jaya. Kondisi fisik korban mencerminkan luka serius yang menyebabkan keduanya meninggal di lokasi kejadian.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR dan kepolisian, kemudian jenazah dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk identifikasi dan penyelesaian administrasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Polisi memastikan sopir bus telah diamankan untuk proses hukum selanjutnya.
Kronologi kecelakaan bermula ketika Bus Harapan Jaya dengan nomor polisi AG 7762 US, dikemudikan oleh Rizky Angga Saputra (30), warga Kota Malang, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan menuju utara.
Bus diduga berusaha mengambil lajur kanan untuk menghindari dua sepeda motor yang melintas di tengah marka jalan. Saat bus mengerem mendadak, kendaraan oleng berputar ke kiri dan bagian belakang bus menabrak kedua motor yang dikendarai Faizatur dan Zahrotun.
Benturan keras tersebut menyebabkan kedua korban meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, seorang pengendara motor lain mengalami luka berat dan sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, memastikan sopir bus dan barang bukti sudah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk menjamin santunan bagi keluarga korban dan mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, mematuhi batas kecepatan, dan menjaga jarak aman, terutama terhadap kendaraan besar seperti bus. **











