Menu

Mode Gelap

Nasional

Lima Personel China Bawa Perangkat Canggih Bantu Pencarian Korban Hilang di Aceh

badge-check


					Gubernur Aceh Muzakir Manaf berfoto bersama lima ahli dari China yang membawa pelengkapan canggih yang mampu mendeteksi korban yang berada di dalam lumpur. Foto: Instagram@dewo.suharyo Perbesar

Gubernur Aceh Muzakir Manaf berfoto bersama lima ahli dari China yang membawa pelengkapan canggih yang mampu mendeteksi korban yang berada di dalam lumpur. Foto: Instagram@dewo.suharyo

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

ACEH, SWARAJOMBANG.COM – Dalam upaya mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban banjir bandang dan longsor di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menginisiasi kedatangan tim SAR ahli dari China yang berjumlah lima orang.

Tim khusus ini membawa teknologi canggih untuk mendeteksi keberadaan jenazah yang tertimbun lumpur setinggi pinggang, sebuah tantangan besar mengingat banyak desa yang terkubur total oleh bencana alam tersebut.

Tim SAR China, yang tiba pada 5-6 Desember 2025, berkolaborasi erat dengan tim lokal seperti Blue Sky Rescue (BSR) dari Malaysia.

Kolaborasi ini merupakan respons atas permintaan tambahan kemampuan teknis dari para ahli asing demi mempercepat penanganan keadaan darurat, khususnya dalam menemukan 389 orang yang masih dinyatakan hilang per tanggal 6 Desember 2025 oleh BNPB.

Gubernur Mualem mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi korban yang tertimbun dan belum ditemukan, sehingga pada malam Jumat tanggal 5 Desember 2025, keputusan strategis mendatangkan tim China diambil.

Keesokan harinya, tim dengan seragam biru bertanda bendera China itu langsung diterjunkan ke wilayah pesisir timur Aceh, konsentrasi area terdampak terparah yang sudah mencatat 914 korban jiwa di tiga provinsi menurut data BNPB hingga 6 Desember 2025.

Penggunaan teknologi pendeteksi jenazah di lumpur oleh tim China diyakini mampu mempercepat evakuasi dan meringankan beban kerja tim SAR lokal yang sebelumnya menghadapi kesulitan besar.

Sebagai bagian dari upaya koordinasi, Gubernur juga memindahkan pusat logistik ke Bandara Malikussaleh. Langkah ini bertujuan memperlancar distribusi tenda darurat dan pasokan air bersih ke titik-titik pengungsian, dengan dukungan Komisi I DPR RI yang bekerja sama dengan kementerian terkait untuk memastikan pelaksanaan bantuan berjalan efektif.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Penataan PK5: Pemkab Jombang tidak Belajar Pengalaman Masa Lalu

5 Juni 2026 - 17:04 WIB

Perkara Dr Yudi Utomo Imaryoko Dihentikan, telah Dilakukan Perdamaian dengan Pelapor

5 Juni 2026 - 16:20 WIB

Pangdam Rudi Saladin Tinjau Lahan 86 Ha di Grobogan Mojowarno Calon Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kebakaran Hebat Kandang Ayam di Peterongan Jombang, Kerugian Rp 2 Miliar

4 Juni 2026 - 22:15 WIB

Pertamax Green 95 Jadi Awal Mandatori Bioetanol Nasional

4 Juni 2026 - 20:40 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pemerintah Klaim Fundamental Masih Kuat

4 Juni 2026 - 20:31 WIB

Rahasia 06-06-26: Komunitas Titik Nol Mulai Kenalkan Nasi Ploso dan Jenang Pelok Kesukaan Bung Karno

4 Juni 2026 - 17:41 WIB

Pancasila Merupakan Pengejawantahan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:34 WIB

Trending di Nasional