Menu

Mode Gelap

Nasional

Lima Orang Tewas 6 Hilang, Banjir Besar Melanda Bali Akibat Hujan Ekstrem 2 Hari

badge-check


					Hujan ekstrem terjadi dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu, 9-10 September 2025, menyebabkan terjadi banjir besar di beberapa titik wilayah Bali. Disebutkan ada korban tewas lima orang dan enam lainnya hilang. Foto: tangkap layar video Instagram@pelangi_jendela_hati Perbesar

Hujan ekstrem terjadi dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu, 9-10 September 2025, menyebabkan terjadi banjir besar di beberapa titik wilayah Bali. Disebutkan ada korban tewas lima orang dan enam lainnya hilang. Foto: tangkap layar video Instagram@pelangi_jendela_hati

Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno

BALI, SWARAJOMBANG.COM – Pulau dewata Bali, dihantam hujan ekstrem selama dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu, 9-10 September, menyebabkan banjir besar. Data sementara menyebutkan 5 orang meninggal dunia dan enam lainnya hilang.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyatakan bahwa banjir besar yang melanda Bali pada 10 September 2025 disebabkan oleh curah hujan sangat tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Koster menjelaskan, hujan ekstrem ini mengakibatkan meluapnya Sungai Tukad Badung, sehingga banjir terjadi di berbagai titik, terutama di Denpasar dan Badung.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyalahkan pembangunan masif sebagai penyebab utama, karena ada beberapa faktor lain yang turut berkontribusi, termasuk permasalahan sampah yang perlu segera dibersihkan dan dikelola dengan baik.

Menurut Koster, terdapat 43 titik banjir di Denpasar, dengan titik terdalam berada di Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar akan segera melakukan pendataan kerugian dan menyiapkan dana darurat untuk membantu mengganti rugi kerusakan barang dagangan serta bangunan yang terdampak banjir.

Selain itu, Gubernur Koster berjanji memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada keluarga korban meninggal dunia akibat musibah ini. Ia juga menegaskan bahwa fasilitas penting seperti bandara tetap beroperasi normal dan pemerintah terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG, berharap hujan akan segera mereda.

Koster pun turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan bantuan segera tersalurkan kepada warga terdampak.

Secara keseluruhan, ia menegaskan bahwa hujan ekstrem adalah penyebab utama banjir dan pemerintah memberikan perhatian penuh pada penanganan darurat, bantuan untuk korban, serta pemulihan kerusakan.

Korban Banjir

Pada 10 September 2025, banjir besar di Bali menelan korban jiwa. Data terbaru menunjukkan variasi jumlah korban tewas, mulai dari 2 hingga 9 orang, serta enam orang hilang. Korban tersebar di beberapa daerah seperti Denpasar, Jembrana, Badung, dan Gianyar.

Banjir yang terjadi setelah hujan deras selama lebih dari 24 jam ini juga memicu tanah longsor di sejumlah wilayah, memaksa ratusan warga mengungsi dan merusak beberapa infrastruktur penting.

Laporan dari Polda Bali dan Basarnas Bali menyebutkan sekitar 5 orang meninggal dan 6 orang hilang, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung, dengan beberapa korban telah teridentifikasi. Sementara sumber lain menyebut angka korban tewas mencapai 9 orang, dengan konsentrasi terbanyak di Denpasar dan Jembrana. Saat ini, operasi pencarian korban masih berlangsung oleh tim SAR gabungan.

Rangkuman Kerugian dan Penanganan
  • Korban tewas di Denpasar diperkirakan sekitar 5 orang.

  • Korban jiwa juga ditemukan di Jembrana, Badung, dan Gianyar.

  • Banyak warga terpaksa mengungsi, dan beberapa jalan utama di wilayah terdampak lumpuh.

  • Banjir disertai longsor terjadi di beberapa lokasi.

  • Tim SAR, kepolisian, dan TNI aktif melakukan penanganan darurat dan pencarian korban.

  • BMKG Bali memperkirakan hujan akan mulai berkurang dalam 1-2 hari ke depan, menandai peralihan musim.

Jumlah korban yang dilaporkan bervariasi karena perbedaan cakupan wilayah dan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah dan instansi terkait terus mengupayakan evakuasi dan penanganan darurat untuk mengurangi dampak musibah ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

HUT Ke-80 Bhayangkari, Meriah Lomba Mancing Gratis di Kolam Tirtasari Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kena Intimidasi Lagi, Tyo Ardianto Temukan Alat Lacak PBX Finder di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:59 WIB

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Forkompimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang, Warsubi: Pintu Investasi Terbuka Lebar

13 Juni 2026 - 16:34 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakbetas, Riadi Ngasiran: Kami Ingin Merebut Kembali Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:40 WIB

Lesbumi NU menyelenggarakan muktamar di Tambakberas, Jombang, 11 - 14 Juni 2026

Nanik S. Deyang Akui Terus Terang sebagai Cupu Presiden, tetapi Cupu yang Baik

13 Juni 2026 - 13:35 WIB

Trending di Nasional