Menu

Mode Gelap

Nasional

Lampu Padam, Massa Aksi Mahasiswa UI Membubarkan Diri dari Bundaran HI

badge-check


					Adu dorong, saat pasukan keamanan menahan massa aksi dari mahasiswa UI, ketika akan memasuki kawasan bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat malam 12 Juni 2026. Foto: ist Perbesar

Adu dorong, saat pasukan keamanan menahan massa aksi dari mahasiswa UI, ketika akan memasuki kawasan bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat malam 12 Juni 2026. Foto: ist

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBABG.COM– Situasi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, memasuki fase mencekam pada hari Jumat, 12 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.

Sejumlah laporan di lapangan dan unggahan media sosial menyebutkan lampu-lampu jalan di sepanjang area aksi tiba-tiba padam serentak, membuat suasana menjadi gelap gulita.

Bersamaan dengan peristiwa itu, terlihat kemunculan sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam tanpa atribut jelas.

Kelompok ini terlihat bergerak mendekat dan berbaur ke dalam kerumunan massa yang sedang menyampaikan aspirasi.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan peserta aksi, sehingga sebagian besar mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memutuskan untuk membubarkan diri dan meninggalkan lokasi secara berangsur-angsur mulai pukul 20.00 WIB.

Aksi unjuk rasa ini digelar untuk menyampaikan sejumlah tuntutan utama, antara lain:

1. Menurunkan harga kebutuhan pokok yang terus melambung tinggi;
2. Menghentikan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang di lembaga negara;
3. Menjamin kebebasan berekspresi serta keamanan bagi warga yang menyampaikan aspirasi;
4. Mengevaluasi kebijakan ekonomi yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil;
5. Meminta pertanggungjawaban pemerintah atas berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia.

Dalam keterangannya kepada awak media, Ahmad Rifai, Koordinator Lapangan aksi tersebut, menegaskan bahwa gerakan ini murni untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kami turun ke jalan bukan untuk mencari keributan, tapi menyuarakan apa yang sudah lama terpendam dan tidak didengar. Harga barang naik, daya beli turun, sementara ketidakadilan terlihat di mana-mana. Kami minta negara hadir, bukan malah menekan,” tegas Rifai sekitar pukul 18.45 WIB, sebelum situasi berubah.

Mengenai keputusan membubarkan sebagian massa, Rifai menjelaskan bahwa hal itu diambil demi keamanan bersama.

“Mulai pukul 19.30 lampu jalan mati, suasana jadi gelap. Tak lama kemudian terlihat ada orang-orang berbaju hitam masuk tanpa jelas identitasnya. Kami khawatir ada upaya provokasi yang bisa membahayakan nyawa kawan-kawan. Oleh karena itu, mulai pukul 20.00 WIB kami imbau rekan-rekan dari UI untuk pulang lebih dulu,” ujarnya.

Hingga pukul 21.00 WIB, proses pembubaran berlangsung secara tertib. Sebagian kecil massa yang masih bertahan tetap memantau situasi dengan kewaspadaan tinggi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PLN, Dinas PUPR DKI Jakarta, maupun Kepolisian terkait penyebab lampu jalan padam.

Begitu pula dengan identitas dan tujuan kelompok berpakaian hitam tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pihak kepolisian telah menurunkan personel tambahan untuk mengamankan kawasan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Warga diimbau menghindari area Jalan Thamrin dan sekitarnya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tim KAIST Korsel Temukan Cara Mengubah Sel Kanker Kembali Jadi Sel Normal

30 Juli 2026 - 16:56 WIB

Salmanudin Zoom Meeting dengan OJK: Awal Penilaian Award TPKAD 2025

29 Juli 2026 - 20:34 WIB

Warsubi dan Istri Peroleh Penghargaan Harganas ke-33 dari KKPK/ BKKBN

29 Juli 2026 - 20:12 WIB

Menelisik Akar Terorisme (42): Boudicca Bantai Orang Romawi di Tiang Gantungan

29 Juli 2026 - 19:48 WIB

Sukses Misi Dagang ke Hongkong, Transaksi 12 Triliun

29 Juli 2026 - 19:42 WIB

BRI Lampaui Target KUR Perumahan, Realisasi Unit Tembus 167 Persen

29 Juli 2026 - 19:30 WIB

Temuan BPK Jatim Dugaan Rp554 Juta Dana Basos Masuk ke Pejabat Dispendik Jember

29 Juli 2026 - 16:19 WIB

Kejati Jatim Tahan 5 Tesangka Kasus Pungli Perizinan di Dinas ESDM dengan Bukti Rp14 Miliar

29 Juli 2026 - 14:49 WIB

Bukti Pungli Perizinan di ESDM Jatim

Kejaksaan Serahkan Uang Rampasan TPPU Judol Jaka Purnama Rp9,05 Miliar ke Kas Negara

29 Juli 2026 - 11:55 WIB

Trending di Nasional