Menu

Mode Gelap

Nasional

Kombes Ariasandy: Polisi Bali Buru Enam WNA Tersangka Penculik dan Pembunuh Igor Kamarov

badge-check


					Polisi Polda bali saat sedang terus memburu enam WNA tersangka pelaku penculikan dan pembuniha Igot kamarov, 28, warga Ukraina. Foto: swarajombang.com/dok Perbesar

Polisi Polda bali saat sedang terus memburu enam WNA tersangka pelaku penculikan dan pembuniha Igot kamarov, 28, warga Ukraina. Foto: swarajombang.com/dok

Penulis: Reynaldi Pranata   |  Editor: Priyo Suwarno

BALI, SWARAJOMBANG.COM- Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy mengatakan bahwa polisi saaat sedang mengirimkan red notice kepada Interpol untuk melakukan penangkapan enam terduga penculik dan pembunuh anak jutawan Ukraina, Igor Kamarov, 28, yang tewa diculik di Bali.

Kepada pers,  27 Februari 2026, ia menjelaskan bahwa Polda Bali menerima  laporan penculikan yang masuk pada 16 Februari 2026 di Kuta Selatan.

Ariasandy menguraikan bukti seperti rekaman CCTV, GPS kendaraan sewaan, jejak darah identik milik korban di vila Tabanan, serta penetapan enam tersangka WNA berinisial RM, PK, AS, VN, SM, dan DH.

Polda Bali mengajukan red notice Interpol untuk memburu keenam tersangka, di mana dua masih di Indonesia dan sisanya diduga kabur via Bandara I Gusti Ngurah Rai. Seorang WNA inisial C juga ditangkap di NTB atas peran pemalsuan paspor untuk sewa kendaraan.

Kasus dijerat Pasal 450 KUHP Baru dengan ancaman 12 tahun penjara; jejak darah dan video live korban jadi bukti kuat, meski lokasi Igor masih diriset dan terpisah dari temuan potongan tubuh lain.

Identitas lengkap keenam tersangka WNA dalam kasus penculikan dan pembunuhan Igor Komarov belum dirilis secara publik oleh Polda Bali hingga Maret 2026. Mereka hanya disebutkan dengan inisial RM, BK (atau VK/PK), AS, VN, SM, dan DH, semuanya pria WNA yang diduga bagian dari jaringan kriminal transnasional.

  • Polisi telah menetapkan mereka sebagai tersangka pada 27 Februari 2026 berdasarkan bukti CCTV, GPS, dan DNA.

  • Tambahan tersangkaCH (inisial C) ditangkap di NTB karena menyewa kendaraan dengan paspor palsu, tapi bukan bagian dari keenam utama.

  • Empat tersangka kabur via Bandara Ngurah Rai; Red Notice Interpol diajukan, tapi nama lengkap belum diumumkan untuk alasan penyidikan.

Kasus penculikan dan pembunuhan Igor Komarov, turis Ukraina berusia 28 tahun yang diduga anak bos mafia Kramatorsk, terjadi di Bali pada awal 2026.
Berikut kronologi lengkapnya berdasarkan informasi yang tersedia hingga polisi menetapkan enam tersangka, meskipun penangkapan penuh belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Kronologi Kejadian

  • 15 Februari 2026: Igor Komarov diculik malam hari sekitar pukul 22.20 WITA di Jalan Raya Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Ia berlibur bersama kekasihnya Yeva Mishalova dan teman Alexander Petrovsky (putra bos kriminal Dnipro). Enam pria WNA berinisial RM, VK (atau PK), AS, VN, SM, dan DH melakukan penculikan menggunakan mobil Toyota hitam serta dua sepeda motor.

  • Beberapa hari kemudian: Pelaku merilis video tebusan Rp168 miliar (10 juta USD). Igor tampak babak belur, mengaku kaki dan tulang rusuknya dipatahkan, serta memohon ibunya membayar.

  • 16 Februari 2026: Laporan penculikan masuk ke Polsek Kuta Selatan dari Alexander yang berhasil kabur. Polisi olah TKP, sisir CCTV, dan saksi.

Penyelidikan Polisi

Polisi temukan bukti kunci: rekaman CCTV kendaraan dari Tabanan ke Badung, data GPS menuju vila sewaan di Tabanan (tempat Igor disekap dan rekam video), serta bercak darah di vila dan mobil Avanza sewaan yang cocok dengan DNA Igor.

  • 26 Februari 2026: Warga Pantai Ketewel, Sukawati, Gianyar, temukan potongan mayat (kepala dan tubuh) di muara Sungai Wos, diduga Igor. Polisi tunggu uji DNA dengan orang tua korban.

  • 27 Februari 2026: Polda Bali tetapkan enam WNA sebagai tersangka setelah gelar perkara. Empat kabur via Bandara Ngurah Rai, dua masih di Indonesia. Ajukan Red Notice Interpol dan DPO. Tangkap tambahan CH (inisial C) di NTB atas pemalsuan paspor untuk sewa kendaraan.

  • Hingga akhir Februari 2026, polisi buru keenam tersangka utama bagian jaringan kriminal transnasional (diduga terkait Chechnya-Rusia). Penangkapan penuh belum terlaporkan, tapi bukti kuat dari CCTV, GPS, darah, dan saksi memimpin ke mereka. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448, Ketua DPRD Hadi Atmaji Hadiri Acara Doa Bersama di Pendopo Pemkab Jombang

17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Rencana PHK 1.000 Karyawan PT SGS Masuk dalam RDP Komisi D DPRD Jombang

17 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pesawat Pembom Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh, Amerika Alami Kerugian Rp1,340 Triliun

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap, Kendati BBM Nonsubsidi Naik

16 Juni 2026 - 20:56 WIB

Gaji Selama Enam Bulan untuk Korban PHK

16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Datangi Rumah Korban Minta Maaf dan Berdamai di Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Pelaki dan korban sebelumnya sudah sepakat damai, lalu mencabut perkara di Polsek Pungging, Mojokerto

Palu Diguncang Gempa Magnetudo 6.7, Muncul Laporan Gedung dan Korban Luka

16 Juni 2026 - 16:33 WIB

Diskon 30 Persen KA Pandalungan Relasi Jember-Gambir 18 Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Nasional