Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
PAMEKASAN, SWARAJOMBANG.COM – Penolakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi ikan lele mentah yang masih hidup di SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menimbulkan kekhawatiran baru atas keamanan kesehatan siswa, Senin 9 Maret 2026.
Insiden menyoroti risiko keracunan makanan akibat distribusi cacat.Sekolah menolak 1.022 porsi dari SPPG As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, yang dikirim untuk tiga hari (9-11 Maret).
Paket berisi lele mentah—beberapa masih bergerak dengan kumis utuh—dicampur tahu dan tempe tanpa dibersihkan, disertai bau amis menyengat.
Kepala Sekolah Moh Arifin memutuskan kembalikan makanan demi lindungi 1.200 siswa dari potensi busuk cepat di iklim tropis Madura.
Kronologi
* Senin pagi, 9/3/2026: SPPG kirim paket via truk; guru buka kotak, temukan lele hidup dalam plastik (total 1.022 porsi x 3 hari = 3.066 porsi berpotensi terbuang).
* Siang hari: Arifin tolak paket, kirim balik; video guru tunjuk lele gerak viral di Instagram dan TikTok, capai 500.000 views dalam 24 jam.
* Sore 9/3: Fikri Mutawakkil (SPPG) minta maaf via WhatsApp, klaim lele “marinasi mentah” untuk pertahankan omega-3 (nutrisi 15-20 gram protein/porsi).
* Pagi 10/3: Nanik Deyang Sudaryati (Wakil Kepala BGN) klarifikasi video parsial (ada susu UHT dan buah naga terpisah);
* Dinas Pendidikan Pamekasan perintahkan audit higienis SPPG. Kemendikbudristek umumkan evaluasi nasional via siaran pers, sebut 98% porsi MBG aman berdasarkan BPOM.
Sekolah rencanakan putus MOU dan ganti penyedia; siswa sementara bawa bekal rumah.
Respons
SPPG janji perbaiki prosedur pengolahan. Dinas Pendidikan Pamekasan tambah: “Kami koordinasi BPOM untuk tes bakteri pada sampel.”
Kasus mirip: belatung di lele SMK Pangudi Luhur Magelang (Juli 2025, 500 porsi dibuang), menu mentah SMAN 1 Cigemblong (Jan 2026, 800 siswa terdampak), dan bahan busuk SMA Dua Mei Tangsel (Juni 2025).
BPOM catat 27 kasus MBG bermasalah nasional sejak 2025, mayoritas akibat rantai dingin rusak.
Pola berulang ini tuntut pengawasan ketat agar MBG capai target gizi nasional.**











