Menu

Mode Gelap

Nasional

Kekerasan Berbasis Gender Masih Terus Terjadi, WCC: 127 Kasus Sepangan 2025

badge-check


					WCC Jombang saat melakukan evaluasi kekerasan seksual di Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

WCC Jombang saat melakukan evaluasi kekerasan seksual di Jombang. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  |  Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Sepanjang tahun 2025, Women’s Crisis Center (WCC) Jombang mencatat 127 kasus kekerasan berbasis gender dan seksual, dengan kekerasan seksual menjadi kasus paling dominan.

Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah, mengatakan kekerasan terhadap perempuan masih terjadi secara sistemik meski berbagai regulasi telah diberlakukan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kekerasan berbasis gender masih berlangsung secara sistemik. Instrumen hukum sudah ada, tetapi implementasinya belum sepenuhnya berpihak pada pengalaman dan kebutuhan korban,” ujar Ana Abdillah, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan sepanjang 2025, WCC Jombang menerima 102 aduan yang teridentifikasi menjadi 127 kasus kekerasan, dengan 112 perempuan sebagai korban.

“Angka tersebut meningkat dibandingkan 86 kasus pada 2023 dan 112 kasus pada 2024. Data ini juga menunjukkan satu korban dapat mengalami lebih dari satu bentuk kekerasan dalam satu rangkaian peristiwa,” paparnya.

Berdasarkan CATAHU 2025, kekerasan seksual menjadi kasus paling dominan dengan 75 kasus. Rinciannya meliputi 34 kasus perkosaan, 20 kasus pelecehan seksual, 14 kasus kekerasan seksual berbasis elektronik, empat kasus pemaksaan perkawinan, serta tiga kasus pemaksaan aborsi.

Ana menjelaskan, dampak yang dialami korban tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan psikologis.

“Kami mencatat korban mengalami perundungan, victim blaming, putus sekolah, hingga kehamilan tidak diinginkan. Bahkan dalam kasus KDRT, ada korban yang justru berhadapan dengan hukum,” katanya.

Selain itu, tercatat 45 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta satu kasus perkosaan yang disertai pembunuhan berencana.

Dampak KDRT juga mencakup tiga korban terinfeksi penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, serta empat perempuan berstatus terdakwa akibat situasi kekerasan yang mereka alami.

Ia menegaskan berdasarkan catatan WCC, pelaku kekerasan mayoritas merupakan orang terdekat korban, seperti pasangan atau anggota keluarga.

Di lingkungan kerja, WCC Jombang mencatat enam kasus kekerasan, dengan pelaku dominan berasal dari atasan dan rekan kerja.

Sementara itu, lingkungan pendidikan menjadi lokasi dengan jumlah kasus tertinggi, yakni tujuh kasus yang terjadi di sekolah formal, pesantren, dan lembaga pendidikan nonformal. Pelaku didominasi guru dan pengasuh.

Meski Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta Kabupaten Jombang mengesahkan Perda Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, WCC Jombang menilai pelaksanaannya masih belum optimal.

“Masih ada kesenjangan besar antara kebijakan normatif dan realitas korban di lapangan, mulai dari keterbatasan layanan hingga lemahnya koordinasi lintas sektor,” pungkas Ana. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

HUT Ke-80 Bhayangkari, Meriah Lomba Mancing Gratis di Kolam Tirtasari Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kena Intimidasi Lagi, Tyo Ardianto Temukan Alat Lacak PBX Finder di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:59 WIB

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Forkompimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang, Warsubi: Pintu Investasi Terbuka Lebar

13 Juni 2026 - 16:34 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakbetas, Riadi Ngasiran: Kami Ingin Merebut Kembali Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:40 WIB

Lesbumi NU menyelenggarakan muktamar di Tambakberas, Jombang, 11 - 14 Juni 2026

Nanik S. Deyang Akui Terus Terang sebagai Cupu Presiden, tetapi Cupu yang Baik

13 Juni 2026 - 13:35 WIB

Trending di Nasional