Menu

Mode Gelap

Nasional

Kades Pranti Gresik Bantah Korupsi Proyek JLU dan TPT, Semuanya Sudah Sesuai Aturan

badge-check


					Foto:Istimewa
Pekerja tengah meneruskan pembangunan TPT di rest area Bumdes Pranti. Perbesar

Foto:Istimewa Pekerja tengah meneruskan pembangunan TPT di rest area Bumdes Pranti.

Penulis: Sanny | Editor: Ipong D Cahyono

SWARAJOMBANG.COM, GRESIK – Pemerintah Desa Pranti Kecamatan Menganti kini tengah menyelesaikan pembangunan dua proyek yang didanai BK dengan total Rp 196 juta

Kedua proyek prestisius itu adalah, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) senilai Rp 104 juta dan Penerangan Jalan Umum (PJU) lingkungan Rp 92 juta.

Kepala Desa Pranti Hardi mengungkapkan, kedua proyek ini memang sangat dibutuhkan warganya karena selain untuk memudahkan akses warga juga meningkatkan pendapatan warga melalui bisnis UMKM.

“Kedua proyek ini memang murni untuk masyarakat, yang tentunya dibangun sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya

Proyek TPT dibangun sesuai dengan RAP , dengan kedalaman 2,5 meter dan panjang 40 meter. Lokasinya di area rest area dikelola Bumdes, yang di atasnya sudah beroperasional 9 lapak jualan UMKM warga desa setempat.

Sedangkan untuk PJU Lingkungan, dibangun sebanyak 13 titik dengan ketinggian 6 meter. Berlokasi di Dusun Glundung, PJU Lingkungan ini dibangun untuk mempermudah akses ke lokasi pemakaman desa.

Kades Hardi menekankan, kedua proyek ini semuanya sudah sesuai RAP dan bestek. Untuk JLU sudah selesai 100 persen,TPT sudah mencapai 60 persen. Kita diberi waktu oleh Dinas CKPKP hingga akhir Februari 2025 harus selesai semua. Saya optimis target itu terpenuhi. Target itu tidak hanya untuk Pranti, tetapi semua desa yang proyeknya mendapat dana BK,” tegas Hardi.

Diakui Kades Hardi, proyek TPT memang agak molor. Namun bukan karena dananya dikorupsi kades atau perangkat desa. Molornya proyek itu, semata-mata karena anggaran BK baru diterima desa pertengahan Desember 2024.

“Penyebab lainnya, memasuki Januari sering turun hujan dengan curah tinggi. Akibatnya pekerja harus menguras air dengan mendatangkan diesel, karena lokasi proyek di atas lahan tambak jadi TPT kadang ambles kena banjir,’ katanya.

Ditegaskan Kades Hardi, selama pengerjaan pihaknya kerapkali dicek secara langsung oleh Dinas CKPKP bahkan kejaksaan, sehingga tidak mungkin bisa berbuat nakal.

“Saya maupun perangkat pemdes tidak mungkin korupsi, seperti diberitakan belakangan ini. Karena pengerjaan proyek rutin diawasi, juga sudah sesuai RAP,” tegas Kades Hardi sambil meminta masyarakat untuk bersikap dewasa dan bijak dalam menerima informasi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bertemu Eri Cahyadi, Binhad dan Kuswartono Serahkan Dua Buku Bukti Bung Karno Lahir di Ploso Jombang 1 Juni 1902

28 Juni 2026 - 17:27 WIB

Kerjasama Swiss-UEA Hasilkan Mesin Jet AI Kecepatan 28.000 Km/ Jam

28 Juni 2026 - 13:41 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:49 WIB

Pemilik Percetakan Merantai 3 Karyawan, Dituduh Mencuri dan Dimintai Tebusan Rp50 Juta/Orang

27 Juni 2026 - 16:30 WIB

Suhu Naik Hingga 39°C, Belanda Terancam Dehidrasi Masal dan Gangguan Kesehatan

27 Juni 2026 - 15:51 WIB

Presiden Prabowo Minta Wartawan Keluar, karena Ingin Bicara dari Hati ke Hati dengan Akademisi

27 Juni 2026 - 15:06 WIB

Pria Ini Diduga Sengaja Tinggalkan Jasad ASN Bangkalan di Area Parkir Bandara Juanda

27 Juni 2026 - 10:21 WIB

Kemenhan Evaluasi Latsarmil bagi Calon Manajer KDMP, Korban Meninggal 4 Orang

27 Juni 2026 - 10:12 WIB

Trending di Nasional