Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
BANJARNEGARA, SWARAJOMBANG.COM-– Hoho Alkaf mengeluh sudah seminggu ternyata polisi Banjaranegara belum berhasil ungkap terduga pelaku toror bom molotov yang terjadi di rumahnya. Ia pun mendorong kepada polisi agar bisa bekerja secara profesional.
Kamis, 30 April 2025, pria yang memiliki nama asli Nama asli Hoho Alkaf adalah Welas Yuni Nugroho, sering juga disebut H. Welas Yuni Nugroho, S.H., M.H. Kembali ungkit persoalan aksi teror di rumahnya, dengan aksi kekerasan pelemparan bom molotov.
Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berkisaah tentang insiden tidak yang yang ia alami. Rumahnya sasaran menjadi bom molotov pada dini hari Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 04.10 WIB. Mobil Honda Civic Turbo milik Kades Hoho Alkaf hangus terbakar setelah disiram tiner dan dilempar benda menyala oleh orang tak dikenal (OTK).
Insiden ini terekam kamera CCTV yang sempat menyala sebelum mati. Pelaku terlihat datang dengan sepeda listrik, menyiram cairan mudah terbakar ke garasi, lalu melempar bom molotov. Api sempat merembet ke rumah, tapi berhasil dipadamkan warga.
Hoho Alkaf langsung melaporkan ke Polres Banjarnegara, yang kini melakukan olah TKP bersama tim Inafis dan Resmob Polda Jateng. Bahkan sudah memberikan rekaman videonya, dan data-data penunjang untuk mempercepat penangkapan pelaku, ternyata masih nhil.
Kades Hoho menceritakan kronologi secara detail dalam wawancara dengan media. “Jam 04.00 WIB lewat sedikit, sekitar 04.10 WIB atau 04.15 WIB. Saya sempat lihat CCTV, terus tidak lama kemudian terdengar suara dan api sudah besar,” ungkapnya.
Ia menduga mobil sudah disiram tiner terlebih dahulu. “Sepertinya mobil sudah disiram tiner dulu, terus dilempar seperti bom molotov. Jadi apinya langsung besar. Soalnya saya lihat itu mobil sudah berlumur tiner,” tambahnya.
Polisi mengamankan barang bukti berupa kain, potongan kayu, dan wadah plastik berisi cairan mudah terbakar di lokasi. Penyelidikan masih berlangsung tanpa tersangka hingga akhir April 2026, dengan koordinasi Labfor Polda Jateng.
Reaksi Hoho
Meski trauma, Kades Hoho justru tampil berani dengan menantang pelaku secara terbuka di media sosial dan wawancara. “Saya tantang juga di media sosial, kalau berani datang lagi!” tegasnya. Dalam video viral berjudul “Mobil Civic Turbo Kades Hoho Dibom Molotov OTK, Malah Tantang Pelaku: Cemen Amat”, ia menegaskan sikapnya tanpa gentar.
Hoho juga curiga ada dalang terkait konflik penjaringan perangkat desa atau isu lokal lainnya. “Ada dua mobil mencurigakan malam sebelumnya,” katanya, sambil mendesak polisi usut tuntas secara profesional.
Status Penyidikan Polisi
Hingga 30 April 2026, Polres Banjarnegara belum mengumumkan kemajuan signifikan atau tersangka. Kades Hoho dilaporkan mengeluh telah “mapir” ke polisi selama seminggu tanpa hasil pengungkapan. Kasus ini viral di media sosial, termasuk Instagram @hoho_alkaf, dengan ribuan interaksi netizen yang prihatin dan mendukung pengusutan cepat.
Kades Hoho, yang sempat viral karena dugaan pemukulan polisi pada Maret 2026, kini kembali jadi sorotan. Propam Polda Jateng pernah selidiki insiden sebelumnya. Pemerintah desa dan warga setempat berharap kasus teror ini segera terungkap demi keamanan publik. **











