Menu

Mode Gelap

Headline

Jembatan Bailey Teupin Mane, Bireuen Rampung: Pulihkan Akses Logistik Pasca-Banjir Bandang

badge-check


					Jembatan baley sepanjang 25 m berkekuatan hingga 40 ton telah selesai dibangun, menjadi pembuka jalur logisitik ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, mulai bisa dilewati sejak Minggu, 14 Desember 2025. Foto: kabnarbiereuen Perbesar

Jembatan baley sepanjang 25 m berkekuatan hingga 40 ton telah selesai dibangun, menjadi pembuka jalur logisitik ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, mulai bisa dilewati sejak Minggu, 14 Desember 2025. Foto: kabnarbiereuen

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

BIREUEN, SWARAJOMBANG.COM – Jembatan Bailey sementara di Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, telah selesai dibangun dan dapat dilalui kendaraan pada Minggu (14/12/2025).

Infrastruktur darurat ini memulihkan konektivitas vital antara Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah dan Takengon (Aceh Tengah) di dataran tinggi Gayo, yang terisolasi akibat kerusakan jembatan utama oleh banjir bandang dan longsor akhir November 2025.

Kolaborasi Pemerintah Aceh, TNI Kodam Iskandar Muda, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memungkinkan pengerjaan jembatan Bailey dalam waktu singkat.

Sistem Bailey, modular berbasis panel baja standar militer (panjang panel tipikal 3,048 m), dirakit dengan efisiensi tinggi untuk kondisi darurat.

  • Dimensi dan Kapasitas: Panjang total 25-30 meter (sumber dominan: 25 m), lebar efektif mendukung dua lajur kendaraan ringan-berat, kapasitas beban aksial hingga 40 ton. Desain ini memadai untuk truk logistik, ekskavator, dan alat berat pemulihan bencana.

  • Progres dan Standar: Mencapai 87% pada tahap akhir sebelum inaugurasi penuh, memenuhi spesifikasi militer M2 Bailey Bridge untuk kestabilan seismik dan hidraulik di zona rawan longsor Aceh.

  • Manfaat Operasional: Memfasilitasi distribusi logistik darurat (pangan, obat-obatan, bahan bakar) ke wilayah pedalaman, mengurangi waktu tempuh dari Bireuen ke Takengon hingga 50% dibanding jalur alternatif.

Camat Juli, Hendry Maulana, menegaskan: “Insyaallah, dengan adanya jembatan tersebut, dapat membuka akses dari Bireuen ke Bener Meriah dan juga ke Takengon,” (dikutip dari voice Instagram @bbcindonesia, Minggu malam, 14/12/2025).

Sekda Aceh, M. Nasir, menambahkan prioritas pada pemulihan rantai pasok untuk stabilitas ekonomi regional.

Pembangunan ini langsung meningkatkan mobilitas warga, aktivitas perdagangan kopi Gayo, dan evakuasi korban bencana.

Secara strategis, jembatan sementara ini mengurangi kerugian ekonomi estimasi Rp50-100 miliar akibat isolasi (berdasarkan pola banjir Aceh sebelumnya), sambil menjembatani hingga rekonstruksi permanen (target 2026) dengan desain tahan banjir (elevasi lebih tinggi, abutment beton bertulang).

Fokus pasca-rampung mencakup perkuatan jalan akses dan monitoring hidrologi untuk mencegah rekurensi, selaras dengan Rencana Penanganan Bencana Aceh 2025-2029. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Polres Bangkalan Amankan Tiga Tersangka Kekerasan Seksual Anak

21 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu Orang Tewas Dua Lainnnya Tetimbun 6 Rumah Rusak, Pasca Ledakan Besar di Polonia Medan

21 Juli 2026 - 09:31 WIB

Presiden Prabowo Umumkan RI Punya Bank Emas Simpan 153 Ton Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 07:58 WIB

Hotman Paris Dikepung Lima Masalah Besar Pasca Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 - 07:38 WIB

Polisi Sampang Ringkus 17 dari 27 Tersangka Pelaku Perundungam Seksual, Korban Diancam Dibunuh

20 Juli 2026 - 23:16 WIB

Trending di Nasional