Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
SURABAYA, SWARAJOMBANG-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjamu kunjungan kehormatan dari Penasihat Presiden Federasi Rusia, Nikolai Patrushev, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (5/11).
Pembahasan utama pertemuan tersebut adalah peluang kerja sama strategis dalam sektor maritim dan pendidikan.Dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis, 7 November,
Khofifah mengungkapkan rasa terima kasih atas waktu singkat yang diberikan oleh Delegasi Tinggi Rusia, sehingga mereka dapat memperoleh berbagai informasi strategis dalam pertemuan tersebut.
Dia menjelaskan bahwa kerja sama dengan Rusia berpotensi meliputi investasi dermaga, pembangunan kapal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelacakan sejarah hubungan bilateral Indonesia-Rusia
Khofifah menekankan posisi Jawa Timur sebagai pusat logistik nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur. Ia menyatakan bahwa “80 persen distribusi logistik ke wilayah timur berasal dari Jawa Timur.
“Pemerintah pusat menempatkan industri maritim di Surabaya dan area lain di Jawa Timur. Dari 39 jalur tol laut nasional, 21 di antaranya berawal dari Tanjung Perak Surabaya.” katanya
Dia juga menyebut bahwa Jawa Timur sedang melakukan persiapan menuju “gerbang baru Nusantara.”
Gubernur menegaskan bahwa transportasi laut sangat vital dalam menghubungkan wilayah Indonesia timur. “Indonesia bagian timur tidak bisa disambung dengan perjalanan darat seperti kereta api, oleh karena itu untuk konektivitas Indonesia bagian timur memang membutuhkan transportasi laut selain tentu transportasi udara,” terangnya
Di bidang pendidikan, Khofifah memberi perhatian khusus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam sektor kemaritiman. “Dari sisi pendidikan kita membutuhkan sumber daya manusia yang bisa menguasai sektor maritim, itu menjadi penting bagi Jawa Timur,” jelasnya
Khofifah juga memaparkan kontribusi ekonomi Jawa Timur terhadap logistik nasional yang didukung oleh potensi wilayah dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Pada Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,23 persen year on year, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,12 persen.
Ia melanjutkan bahwa Jawa Timur memiliki luas wilayah 36,28 persen dari total luas lima provinsi lain di Jawa, sehingga menjadi provinsi terluas di antara enam provinsi di Pulau Jawa.
Dari 38 provinsi di Indonesia, Jawa Timur menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 14,44 persen.Selain bidang maritim dan ekonomi, Rusia membuka kemungkinan kerja sama dalam bidang penelusuran sejarah diplomatik, termasuk rencana pembangunan monumen yang akan mengenang dukungan rakyat Rusia terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Kami optimis, pertemuan hari ini membuka ruang baru bagi penguatan hubungan antara Jawa Timur dengan Federasi Rusia,” imbuhnya
Melalui dialog yang konstruktif dan kehadiran delegasi tingkat tinggi, kami melihat peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih strategis,” tambahnya.
Sementara itu Nikolai Patrushev menjelaskan bahwa rakyat Rusia mendukung perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan dan melawan penjajahan Belanda
.”Untuk memperingati peristiwa historis ini saya mengusulkan membangun bersama monumen kapal selam Pasopati untuk melestarikan kenangan mengenai kerja sama erat antara kedua negara kita,” kata Patrushev.
Ia juga menegaskan komitmen Rusia untuk menjalin kerjasama bilateral dengan Jawa Timur, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan industri perkapalan. Menurutnya, sektor ekonomi maritim memegang peran penting dalam perkembangan provinsi ini.***











