Menu

Mode Gelap

Nasional

Jalur Trenggalek-Ponorogo Masih Tutup, Batu Besar di JLS KM16 Belum Bisa Dipindahkan

badge-check


					Batu besar dsebeasr gajah ini melintang di tengah Jalur Lintas Selatan (JLS) di KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, masih tertutup total akibat longsor batu besar pada Selasa (3/3/2026) sore sekitar pukul 17.15-17.45 WIB. Foto: Ist Perbesar

Batu besar dsebeasr gajah ini melintang di tengah Jalur Lintas Selatan (JLS) di KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, masih tertutup total akibat longsor batu besar pada Selasa (3/3/2026) sore sekitar pukul 17.15-17.45 WIB. Foto: Ist

Penulis: Bambang T. Winarno  |  Editor: Priyo Suwarno

TRENGGALEK, SWARA JOMBANG– Hingga Rabu, 04 Maret 2026,  pukul 13.19, batu besaar yang yang melintang di Jalur Lintas Selatan (JLS), di desa Nglinggis, Trenggalek masih belum bisa dipindahkan.

Jalur utama penghubung Kabupaten Trenggalek menuju Kabupaten Ponorogo. Praktis jalur di titik itu masih dinyatakan tertutup bagi pengguna jalan, baik roda dua maupun empat.

Hal itu disebabkan, petugas para pekerja yang bekerja untuk memindahkan material itu  belum berani melakukan pembersihan material secara maksimal. Karena,  di sekitar lokasi masih terjadi guguran material yang berlangsung berkala. Kondisi itu yang menjadikan para pekerja merasa was-was, dan menjaga diri dari kemungkinan buruk.

BPBD Trenggalek sudah menyiapkan empat alat berat unit alat berat yang didatangkan, salah satunya wheel dozer, hanya menyingkirkan material yang ringan-ringan. Sedangkan batu raksasa belum tersentuh, lantaran masih memperhitungkan, apakah dengan metode digelindingkan ke jurang atau dihancurkan.

“Batu besar belum disingkirkan para petugas. Lantaran untuk lokasi masih rawan longsor. Ada empat alat berat yang didatangkan. Dan saat ini masih dalam proses pembersihan,” kata Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Trenggalek menjawab koresponden, Rabu siang, 4 maret 2026.

Disisi lain, menurut petugas Pusdalops Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengiformasikan ada kerusakan dua unit rumah warga akibat bencana longsor tersebut. Bangunan yang terkenan dampak longsoran itu berada di Kecamatan Pule, masing-masing Desa Joho dan Desa Sukokidul.

Satu dari kedua rumah hancur total, lantaran ‘diberondong’ material gunung yang rontok. Sedangkan rumah yang lain hanya mengalami kerusakan pada bagian atapnya, karena tersapu angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa. Namun, selain batu besar menutup jalur, juga dua rumah terdampak bencana. Yang satu hancur tertimpa longsor, satunya mengalami kerusakan atap akibat angin kencang,” sebut Operator Pusdalopd Tagana setempat.

Hingga saat ini ruas jalur di lokasi kejadian masih ditutup dari dua sisi bagi pengguna jalan. Selain batu besar masih mengunci jalan, jalur sepanjang lokasi kejadian juga rawan longsor.

Para petugas mengimbau, masyarakat pengguna jalan agar tetap mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi terkait kebencanaan di wilayah sekitar. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Besok Ada 2.150 Lowongan Kerja di Mini Job Fair Surabaya

16 September 2026 - 19:41 WIB

Andi Amran: Produsen Beras Fortifikasi akan Ditindak Tegas

16 September 2026 - 19:30 WIB

Aksi Besar Oktober. Buruh Usung 5 Tuntutan

16 September 2026 - 19:18 WIB

Wibisono: Hentikan Semua Pungutan Sekolah Lewat Komite! Beban Masyarakat Makin Berat

16 September 2026 - 15:22 WIB

Aksi Demo Disertai Pembakaran di Teras Gedung Rektorat Uinsa: Tolak Pelantikan Rektor Peiode II

16 September 2026 - 13:39 WIB

Gus Arif Sebut Uang Miliaran Itu Milik Menteri Yusron Wahid, Saa Ditangkap Petugas KPK

16 September 2026 - 09:25 WIB

Sita Uang Pelicin Rp106,3 Miliar OTT BPN Bogor, KPK Ungkap 4 Orang Tersangka Kaki Tangan Nusron Wahid

16 September 2026 - 08:15 WIB

Laporan Terbaru KM Virgo 8: Sebanyak 107 Selamat, 6 Meninggal Dunia, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:22 WIB

Polisi Keluarkan Tembakan Berkali Kali, Halau Aksi Demo Massa Bali Ledo Bawa Jenazah Jowi Tana

15 September 2026 - 22:20 WIB

Trending di Nasional