Menu

Mode Gelap

Nasional

Ini Cerita Mahfud MD tentang Sri Mulyani saat Jadi Menteri Keuangan

badge-check


					Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan disebut terlalu protektif terhadap anak buahnya oleh Mahfud MD.(Foto.instagram@smindrawati) Perbesar

Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan disebut terlalu protektif terhadap anak buahnya oleh Mahfud MD.(Foto.instagram@smindrawati)

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Mahfud MD mengatakan bahwa Sri Mulyani Indrawati, yang dulunya menjabat sebagai Menteri Keuangan, sangat melindungi anak buahnya.

Hal ini terjadi terutama di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

Mantan Menko Polhukam itu menambahkan bahwa sikap terlalu pelindung ini membuat beberapa kasus korupsi di Kementerian Keuangan tidak terungkap kepada publik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mahfud MD dalam sebuah video yang diunggah di saluran YouTube pribadinya pada hari Selasa, 4 November 2025.

Ia juga menyebutkan bahwa Sri Mulyani pernah mencoba untuk melobi dirinya.

Dia melobi agar kasus dugaan pencucian uang sebesar Rp349 triliun di Kementerian Keuangan tidak diteruskan oleh penegak hukum.

“Bu Sri Mulyani itu terlalu melindungi, tidak ingin ada masalah di kantornya yang menjadi perhatian publik dan membahas kejahatan korupsi,” kata Mahfud.

Saat Kejaksaan Agung menangkap seseorang dalam kasus pencucian uang di bandara, Kementerian Keuangan kaget mengetahui bahwa ada pegawai yang terlibat.

“Waktu saya mengusut pencucian uang Rp349 triliun, laporan ini sampai juga ke Kejaksaan Agung. Lalu ada yang ditangkap di bandara, dan itu sudah diberitakan,” ujar Mahfud.

Ia menyebut setelah insiden itu, perkembangan kasus menjadi tidak jelas.

Mahfud juga membagikan pengalamannya saat membahas kasus serupa dengan Sri Mulyani.

“Bu Sri Mulyani pernah menghadap saya saat kasus itu. Saya bilang, bu, ada kasus ini, seharusnya dilanjutkan,” tutur Mahfud.

Sri Mulyani berpendapat bahwa pegawainya tidak pantas dihukum karena ia sudah dibina dengan baik tetapi kemudian dirusak oleh pihak lain.

“Pak, saya tidak setuju jika anak buah saya dihukum karena dia adalah korban dari institusi lain. Saya sudah membimbing orang ini hingga baik, tapi malah dirusak oleh pihak lain,” kata Mahfud.

Kasus dugaan pencucian uang sebesar Rp349 triliun muncul dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada tahun 2023.

Laporan itu sempat membuat heboh publik karena mencakup transaksi yang mencurigakan di Kementerian Keuangan, termasuk DJP dan DJBC.

Selain Mahfud, Menteri Keuangan sekarang, Purbaya Yudhi Sadewa, juga pernah membahas perlindungan terhadap pegawai pajak dan bea cukai.

Purbaya mengungkapkan bahwa dia pernah mendengar dari Jaksa Agung, ST Burhanuddin, bahwa di masa lalu memang ada usaha untuk melindungi pegawai di Kementerian Keuangan supaya kasus mereka tidak diperbesar.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

HUT Ke-80 Bhayangkari, Meriah Lomba Mancing Gratis di Kolam Tirtasari Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:54 WIB

Kena Intimidasi Lagi, Tyo Ardianto Temukan Alat Lacak PBX Finder di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:59 WIB

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Forkompimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang, Warsubi: Pintu Investasi Terbuka Lebar

13 Juni 2026 - 16:34 WIB

Muktamar Lesbumi NU di Tambakbetas, Riadi Ngasiran: Kami Ingin Merebut Kembali Tradisi dan Budaya sebagai Panglima

13 Juni 2026 - 14:40 WIB

Lesbumi NU menyelenggarakan muktamar di Tambakberas, Jombang, 11 - 14 Juni 2026

Nanik S. Deyang Akui Terus Terang sebagai Cupu Presiden, tetapi Cupu yang Baik

13 Juni 2026 - 13:35 WIB

Trending di Nasional