Menu

Mode Gelap

Nasional

Perajin Industri Dupa Bawangan Jombang, Fathurahman Punya Pembeli dari Kanada dan Afrika

badge-check


					Di desa bawangan, Ploso, Jombang, ada perajin industri dupa, pesannya melonjak jelang Ilmek Tahun Baru China, yang jatuh pada tangga;l 17 Febrari 2026. Foto: swarajombang.co/ elok apriyanto Perbesar

Di desa bawangan, Ploso, Jombang, ada perajin industri dupa, pesannya melonjak jelang Ilmek Tahun Baru China, yang jatuh pada tangga;l 17 Febrari 2026. Foto: swarajombang.co/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  | Editor: Priyo Suwarno

 JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Momentum Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari 2026 merupakan berkah tersendiri bagi pelaku industri kreatif di daerah, termasuk kerajinan industri dupa.

Salah satunya perajin dupa asal Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang mengalami lonjakan permintaan signifikan. Fathurrahman, salah satu perajin dupa berbahan kayu gaharu dan cendana di Jombang.

Saat diwawancara, Kamis 12 Febaruai 2026, ia mengaku produksi meningkat lebih dari 100 persen menjelang perayaan Imlek 2026. Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan pasar domestik maupun internasional.

“Alhamdulillah, pesanan naik signifikan jelang Imlek. Biasanya produksi 5 sampai 10 kilogram per hari, sekarang bisa mencapai 25 kilogram per hari. Dengan bantuan lima karyawan, rata-rata penjualan sekitar 20 kilogram setiap hari untuk memenuhi pesanan,” ujar Fathurrahman.

Meski beroperasi di tingkat desa, produk dupa asal Jombang tersebut telah merambah pasar mancanegara melalui platform digital.

Negara seperti Kanada dan sejumlah wilayah di Afrika menjadi pelanggan tetap melalui penjualan online.

Selain pasar ekspor, permintaan dupa Imlek juga datang dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Semarang, Jakarta, Denpasar, hingga Batam. Produk tersebut juga rutin menyuplai kebutuhan klenteng dan toko dupa.

“Banyak pesanan terjauh justru datang dari Kanada dan Afrika lewat penjualan online. Kami menjaga kualitas dengan menggunakan serbuk kayu cendana dan gaharu murni tanpa campuran bahan kimia,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa di rumah produksi miliknya terdapat dua varian utama, yakni dupa jenis lidi dan dupa jenis kerucut. Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, jenis kerucut menjadi produk paling diminati konsumen karena memiliki karakteristik durasi pembakaran yang berbeda.

“Perbedaannya hanya di bentuk, tetapi durasi pembakarannya berbeda. Setiap pelanggan punya selera masing-masing,” jelasnya.

Dari sisi harga, dupa kerucut dibanderol Rp150.000 hingga Rp250.000 per kilogram, tergantung ukuran. Sementara dupa jenis lidi dijual Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogram, menyesuaikan panjang lidi.

Lonjakan permintaan dupa jelang Imlek ini menunjukkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 turut menggerakkan UMKM Jombang, khususnya sektor industri kreatif berbasis kerajinan tradisional. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hasil Sosialisasi dan Penguatan Dinsos Jombang: Kejaksaan Jadi Konsultan Hukum Perdata bagi Lembaga Sosial

21 Juni 2026 - 22:09 WIB

Pasokan Batubara Kurang, Pemadaman Listrik di Jawa Masih Berlanjut hingga Tiga Pekan

21 Juni 2026 - 21:59 WIB

PT Pakerin Mojokerto akan PHK Ribuan Karyawannya

21 Juni 2026 - 21:45 WIB

ISNU Jatim Gelar Halakoh Nasional Bahas Ekonomi dan Politik Global

21 Juni 2026 - 21:18 WIB

Hadapi Rencana 1.000 PHK, Fathurrohman: Pemkab Jombang dan APINDO Sinergi Siapkan 1.200 Lapangan Kerja

21 Juni 2026 - 20:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (23): Raja Dikecam, Agama Diinjak

21 Juni 2026 - 19:02 WIB

Poltabes Surabaya Proses Hukum 4 Pemuda Jombang, Terkait Konvoi dan Perusakan di Tenggilis Mejoyo

21 Juni 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (22): Kaum Papist Memuja Berhala Terkutuk

20 Juni 2026 - 18:44 WIB

Perampok Tusuk Korban 22 Kali Gondol Rp76 Juta, 12 Jam Sudah Diringkus Polisi

20 Juni 2026 - 18:17 WIB

Trending di Nasional