Menu

Mode Gelap

Kesehatan

IDAI: Alergi Makanan Anak Bisa Hilang Seiring Usia

badge-check


					Ilustrasi alergi anak Perbesar

Ilustrasi alergi anak

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG. COM-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat alergi makanan pada anak tidak selalu menetap hingga dewasa. Sebagian besar kasus justru dapat membaik seiring bertambahnya usia anak.

“Beruntungnya, sebagian alergi makanan tidak menetap sampai dewasa. Ada yang bisa membaik atau menjadi toleran pada usia lebih besar, terutama alergi saluran cerna,” ujar Dokter Spesialis Anak yang juga tergabung dalam Bidang Ilmiah Unit Kerja Koordinasi Alergi Imunologi IDAI, Endah Citraresmi, dalam sebuah media briefing virtual, Selasa (16/9/2025).

Endah menjelaskan, alergi saluran cerna yang menimbulkan gejala seperti diare atau buang air besar berdarah mayoritas dialami bayi. Kondisi ini terkait dengan ketidakmatangan saluran cerna yang belum mampu memproses alergen.

Seiring pertumbuhan, sistem pencernaan menjadi lebih matang sehingga sebagian besar anak akan membaik. Endah mengatakan, untuk memastikan kondisi toleransi, dokter biasanya melakukan evaluasi secara rutin dengan metode provokasi makanan.

“Kita coba lagi dengan makanan pemicu, apakah gejalanya masih muncul atau tidak. Tentu harus sesuai dengan petunjuk dokter,” ujarnya.

Menurut Endah, jenis makanan berpengaruh besar terhadap kemungkinan alergi menetap atau tidak. Susu sapi, telur, dan gandum dapat toleran dengan bertambahnya usia, sebaliknya, kacang tanah, ikan, dan makanan laut cenderung menetap.

Evaluasi dilakukan berkala, mulai dari setiap 6-12 bulan sekali hingga dua tahun sekali, tergantung jenis makanan penyebab alergi. Jika alergi dimediasi oleh antibodi IgE, dokter dapat memantau kadar IgE sebagai indikator.

Edah menyebut, mayoritas anak dengan alergi susu sapi mengalami toleransi pada usia lima tahun, juga terjadi pada alergi telur. Namun untuk alergi kacang tanah dan seafood, umumnya tetap berlangsung hingga dewasa.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menambahkan, masalah alergi anak bisa muncul sejak bayi. Karena itu, penanganannya perlu dimulai sedini mungkin, salah satunya melalui pemberian ASI eksklusif.

“Karena alergi makanan yang berat dan berulang kali bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak. Jika dibiarkan, hal ini bisa menghambat terciptanya generasi emas 2045,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Kasus Hantavirus di Indonesia, Mayoritas Tipe HFRS

11 Mei 2026 - 20:50 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Gegara Sepatu Kekecilan, Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia

4 Mei 2026 - 14:58 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Trending di Headline