Menu

Mode Gelap

Nasional

Hasil Jejak Pendapat di X, Elon Musk Deklarasi Partai Amerika tetapi Dicibir Donald Trump

badge-check


					Pamer kekuatan teknologi bersama pasukannya medeklarikan partai baru di Amerika, diberi nama Partai Amerika. Rekasi Donald Trump mencibir deklarasi ini. Foto: instagram@elonmuskarmy Perbesar

Pamer kekuatan teknologi bersama pasukannya medeklarikan partai baru di Amerika, diberi nama Partai Amerika. Rekasi Donald Trump mencibir deklarasi ini. Foto: instagram@elonmuskarmy

AMERIKA, SWARAJOMBANG.COM- Elon Musk telah mengumumkan pembentukan partai politik baru di Amerika Serikat yang dinamakan  “America Party” (Partai Amerika)

Pengumuman ini dilakukan pada awal Juli 2025, setelah Musk mengadakan jajak pendapat di media sosial X (sebelumnya Twitter) yang menunjukkan bahwa mayoritas pengikutnya mendukung pembentukan partai baru tersebut.

Musk mendirikan partai ini sebagai respons terhadap ketidakpuasan terhadap sistem dua partai yang sudah lama mendominasi politik AS dan sebagai reaksi terhadap kebijakan pengeluaran negara yang dia anggap tidak efisien dan membahayakan keuangan negara.

Ia menekankan bahwa tujuan partainya adalah untuk “mengembalikan kebebasan” dan menjadi suara penentu dalam beberapa kursi di Senat dan DPR, bukan untuk merebut kekuasaan besar secara langsung.

Partai ini digambarkan sebagai alternatif sentris yang mewakili mayoritas warga yang merasa tidak terwakili oleh Partai Demokrat maupun Republik.

Namun, hingga kini Partai Amerika yang didirikan Musk belum terdaftar secara resmi di Federal Election Committee (FEC), yang adalah badan pengawas pemilihan umum di AS, sehingga status resminya sebagai partai politik masih dalam proses.

Reaksi dari figur politik lain, khususnya mantan Presiden Donald Trump, cukup negatif. Trump menyebut ide pembentukan partai ketiga tersebut “konyol” dan meragukan keberhasilan partai baru mengganggu dominasi dua partai besar di sistem politik Amerika Serikat.

Reaksi Donald Trump terhadap pembentukan partai politik baru oleh Elon Musk, yang dinamakan “America Party,” sangat negatif. Trump menyebut ide pendirian partai ketiga ini sebagai hal yang “konyol”.

Dia meragukan keberhasilan partai tersebut mengganggu dominasi sistem dua partai yang sudah lama berlangsung di Amerika Serikat.

Namun Trump juga mengakui bahwa Partai Demokrat memang sedang kehilangan arah, tetapi sistem politik AS selama ini adalah sistem dua partai yang menurutnya sudah sesuai. Trump menegaskan bahwa keberadaan partai ketiga justru menambah kebingungan dalam sistem demokrasi AS.

Selain itu, Trump mengkritik langkah Musk yang memicu perseteruan politik antara keduanya, terutama karena Musk menentang RUU pajak dan belanja yang baru disahkan Trump dan dinilai Musk akan membuat negara bangkrut. Hubungan keduanya yang sebelumnya cukup dekat pun mulai retak akibat inisiatif politik Musk ini.

Singkatnya, Trump mengejek dan meremehkan pembentukan partai baru Elon Musk sebagai langkah yang tidak realistis dan konyol dalam konteks sistem politik Amerika Serikat saat ini.

Keunggulan yang Elon Musk tawarkan pada partai barunya, America Party, antara lain:

  • Alternatif bagi Publik yang Tidak Terwakili: Musk mengklaim partai ini mewakili sekitar 80 persen warga Amerika yang berada di tengah spektrum politik dan merasa tidak terwakili oleh Partai Demokrat maupun Republik, sebagai solusi atas kebuntuan sistem dua partai yang sudah lama mengakar di AS.
  • Fokus pada Reformasi Fiskal dan Pengurangan Utang: Partai ini didirikan sebagai respons terhadap pengeluaran pemerintah yang dianggap Musk tidak bertanggung jawab dan berpotensi memperbesar defisit nasional secara signifikan, terutama setelah penolakan Musk terhadap RUU anggaran “One Big Beautiful Bill”. Musk ingin partainya fokus pada kebijakan fiskal yang lebih baik dan efisiensi anggaran negara.
  • Mendukung Teknologi dan Inovasi: America Party akan mendukung pertumbuhan teknologi seperti kendaraan listrik, kecerdasan buatan, dan eksplorasi antariksa, yang menjadi bidang utama bisnis Musk sendiri. Hal ini menunjukkan visi partai yang berorientasi pada kemajuan teknologi dan ekonomi masa depan.
  • Mendukung Bitcoin dan Menolak Sistem Uang Fiat: Partai ini secara eksplisit mendukung penggunaan Bitcoin sebagai alat keuangan yang lebih transparan dan adil, sekaligus menolak uang fiat yang dianggap Musk tidak layak karena mudah dimanipulasi dan rawan inflasi akibat pencetakan uang berlebihan oleh pemerintah.
  • Strategi Partai Kecil yang Efektif di Kongres: Musk menyatakan bahwa America Party tidak berambisi untuk mendominasi kekuasaan secara besar-besaran, tapi cukup untuk menguasai beberapa kursi di Senat dan DPR agar dapat memengaruhi pengambilan keputusan di Kongres, berperan sebagai suara penentu di tengah kebuntuan politik.

Keunggulan-keunggulan ini adalah poin utama yang Elon Musk tonjolkan untuk membedakan America Party sebagai partai politik yang berbeda dan menawarkan alternatif baru dari sistem dua partai Amerika Serikat yang lama dan dianggap sudah tidak efektif lagi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kontribusi 2025 Hanya 25,6 %, Dewan Rekomendasi Bupati agar Naikkan PAD Jombang

21 April 2026 - 20:53 WIB

Polres Jombang Ungkap Temuan Jasad di Megaluh, Korban Pembunuhan di Purwoasri Kediri

21 April 2026 - 17:01 WIB

Kebakaran Timpa Gedung Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Penyebabnya Masih Misterius

21 April 2026 - 14:35 WIB

Aksi Massa APM Kepung Gedung DPRD Kaltim, Paksa Dewan Ajukan Hak Angket terhadap Gubernur Rudi Mas’ud

21 April 2026 - 13:27 WIB

Kejati Jabar Menahan Oknum Jaksa Kejati Banten, Ivan Rinaldi Terlibat Penjualan Bukti Aset KSP Pandawa

20 April 2026 - 14:38 WIB

Hadapi Aksi 214, Rudi Mas’ud Bangun Pagar Berduri 4 M dan 1.700 Personel Pengaman

20 April 2026 - 11:57 WIB

Poster digital ini diubggah akun Instagram@lambe_kaltim. Foto: instagran@lambe_kaltim

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Sadsuitubun, Polisi Ringkus 2 Tersangka

19 April 2026 - 20:20 WIB

Kembali ke Indonesia Ronaldo Nazario Merasa Bahagia

19 April 2026 - 20:18 WIB

Trending di Nasional