Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Harga Plastik Naik Dua Kali Lipat, Tempe-Tahu Ikut Terdampak

badge-check


					Harga Plastik Naik Dua Kali Lipat, Tempe-Tahu Ikut Terdampak Perbesar

Penuis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) mengungkapkan harga jual tempe dan tahu di pasar domestik naik hingga 10% akibat lonjakan harga kemasan plastik.

Sekretaris Jenderal Gakoptindo Wibowo Nurcahyo mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu dampak perang Iran dan Amerika Serikat (AS) yang turut mendorong kenaikan berbagai bahan baku industri.

“Harga jual hasil produksi ada sedikit kenaikan, sekitar 10%,” ujar Wibowo kepada Kontan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Wibowo, produsen tempe dan tahu juga mulai melakukan efisiensi produksi seiring melonjaknya biaya kemasan plastik.

Ia menyebut kenaikan harga produk sudah terjadi sejak harga plastik meningkat tajam di tengah konflik geopolitik.

“Dampaknya terasa sejak perang itu terjadi. Harga plastik bahkan naik sampai dua kali lipat dan pemerintah belum bisa mengatasi persoalan harga plastik ini,” jelasnya.

Meski demikian, Wibowo menegaskan kenaikan harga tempe dan tahu tidak berkaitan langsung dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Kalau dikaitkan dengan hubungan dolar itu tidak ada. Kenaikan 10% ini lebih karena dampak perang Iran,” tuturnya. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengenaan Pajak Minuman Berpemanis Tak Menentu

7 September 2026 - 19:56 WIB

Diskon Rp25.000 Bright Gas, Cek Waktunya

4 September 2026 - 20:00 WIB

Selama Menjabat Purbaya Janji Tak Ada Tax Amnesty

3 September 2026 - 18:42 WIB

Harga Kosmetik Berpotensi Naik karena Sertifikasi Halal

2 September 2026 - 18:53 WIB

Honda Super One Andalan Honda Jatim di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Ketua Apindo: Pasar Domestik Dibanjiri Produk Impor

25 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Harga Emas Naik, Antam Tembus Rp2.810.000 per Gram

25 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Emas di Bawah Bantal Warga RI Setara Rp4.460 Triliun

20 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Tahun 2027 Kuota BBM Subsidi Berkurang 50 Persen Lebih

19 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Trending di Ekonomi