Penulis: Glent Morsby Gumolung | Editor: Priyo Suwarno
MANADO, SWARAJOMBANG.COM – Gempa tektonik dahsyat magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, pada 10 Januari 2026 malam, dengan getaran terasa hingga Manado dan sekitarnya.
Meski sempat direvisi menjadi 6,4, peristiwa, efek gempa ini tak picu tsunami. Namun ada belasan puluhan rumah rusak ringan dan kepanikan massal. Hingga 12 Januari 2026, aktivitas warga pulih normal tanpa korban jiwa.
BMKG menyatakan gempa tektonik berkekuatan awal 7,1 magnitudo di Kepulauan Talaud pada 10 Januari 2026 tidak berpotensi tsunami. Analisis mereka merevisi magnitudo menjadi 6,4 dengan pusat gempa 40 km tenggara Melonguane pada kedalaman 31 km.
Gempa terjadi pukul 21.58 WIB, disebabkan deformasi batuan di Lempeng Maluku dengan mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal). Intensitas mencapai III-IV MMI di Tobelo, Sitaro, dan Morotai, serta II-III MMI di Ternate, Minahasa Utara, Bitung, dan Manado.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan gempa dangkal ini dirasakan kuat tapi hasil pemodelan menunjukkan nihil risiko tsunami.
Hingga monitoring awal, terdapat satu gempa susulan magnitudo 4,6. BMKG Sulawesi Utara melalui media sosial juga memastikan situasi aman tanpa potensi gelombang tinggi.
BMKG mendeteksi pusat gempa awal di 3,64° LU – 126,98° BT, kedalaman 17 km, lalu direvisi ke 40 km tenggara Melonguane dengan kedalaman 31 km.
Gempa utama terjadi pukul 21.58 WIB, intensitas IV-V MMI di Talaud dan Sitaro, serta II-III MMI di Manado, Bitung, dan wilayah sekitar. Getaran berlangsung 20-30 detik, memicu warga berlarian keluar rumah.
Status Terbaru
Situasi terkini kondusif per 11-12 Januari 2026. Listrik menyala kembali, aktivitas masyarakat normal, meski sebagian warga alami trauma ringan.
BPBD intensif pantau gempa susulan, termasuk satu M 4,6 pasca gempa utama, plus gempa kecil M 3,2 pukul 12.59 WIB hari yang sama di Talaud.
BNPB dan BMKG konfirmasi nihil korban jiwa, luka berat, atau dampak tsunami. Terdapat 12 kepala keluarga terdampak, dengan 12 rumah serta 2 fasilitas kesehatan rusak ringan hingga roboh di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu.
Peristiwa alam ini berbeda dengan gempa M 7,6 Oktober 2025 dekat perairan Filipina yang sempat picu peringatan tsunami, peristiwa ini tak ada gelombang tinggi. **











