Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
SIMEULUE ACEH, SWARAJOMBANG.COM— Pada hari Kamis, 27 November 2025, pukul 11.56 WIB, wilayah Simeulue, Aceh, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3. Pusat gempa berada di bawah laut sekitar 1 km arah selatan Simeulue pada kedalaman 14 km.
Gempa ini termasuk jenis gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Kabupaten Simeulue sendiri merupakan wilayah yang dimekarkan dari Kabupaten Aceh Barat pada tahun 1996 dan resmi berdiri pada 1999, dengan ibu kota di Sinabang. Luas wilayahnya sekitar 2.051 km², terdiri atas 10 kecamatan dan 138 desa. Pada tahun 2024, jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 96.510 jiwa.
Gempa tersebut dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Simeulue dan juga terasa di beberapa wilayah lain di Aceh dengan intensitas yang lebih rendah. Meski guncangannya kuat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Dampak gempa menyebabkan sekitar 12 orang mengalami luka-luka, sementara sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas publik dan masjid. Terjadi enam kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 4,8. Sampai saat ini, tidak ada laporan korban jiwa serius.
Getaran gempa terasa cukup luas, bahkan sampai wilayah Sumatera Utara seperti Medan dan Silangit, meskipun intensitasnya relatif ringan.
Data kerusakan mengungkapkan bahwa sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat dan beberapa bahkan roboh. Kerusakan parah tercatat di gedung serbaguna Simeulue, Masjid Darussalam di Kampung Aie, Masjid Al-Muhajirin Sibigo, SMPN 3 Teluk Dalam, Pos Damkar Simeulue Tengah, Puskesmas Simeulue Tengah, serta Markas Komando BPBD Simeulue.
Selain itu, beberapa tiang listrik tumbang di Desa Lambaya dan terjadi kebakaran pada gudang penyimpanan minyak tanah milik warga.
Korban luka-luka yang tercatat sebanyak 12 orang tersebar di delapan wilayah berbeda, yaitu Simeulue, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Aceh Tenggara. Sebagian besar korban terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa, termasuk para atlet dan ofisial yang sedang berada di gedung serbaguna saat latihan pra-PORA berlangsung.
Proses pendataan korban dan pengungsi serta evaluasi kerusakan fasilitas publik saat ini masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue bersama instansi terkait.
Tim gabungan juga telah melakukan peninjauan lapangan dan koordinasi penanganan darurat. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mempersiapkan rencana evakuasi keluarga.
Laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Simeulue hingga 28 November 2025 menegaskan tidak ada korban jiwa akibat gempa magnitudo 6,3 ini.
Pendataan kerusakan dan korban luka-luka masih berlangsung, namun hasil sementara menunjukkan bahwa 12 orang mengalami luka dan tidak ada indikasi korban meninggal dunia di Simeulue maupun wilayah sekitarnya. **











