Menu

Mode Gelap

Hukum

Gegara Istri Chatting, Terjadi 25 Kali Sabetan Celurit Saat Karnaval di Kedung Sumpit Probolinggo

badge-check


					Tangkap layar video dari medsos warga menggambarkan betapa  brutal saat berlangsung acara Pawai Budaya atau karnava; di Kedung Supit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Minggu malam, 31 Agustus 2025. Foto: WartaBromo Perbesar

Tangkap layar video dari medsos warga menggambarkan betapa brutal saat berlangsung acara Pawai Budaya atau karnava; di Kedung Supit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Minggu malam, 31 Agustus 2025. Foto: WartaBromo

Penulis: Yoli Andi Purnomo   |     Editor: Priyo Suwarno

PROBOLINGGO, SWARAJOMBANG.COM- Polisi menetapkan Deni (30) sebagai tersangka dalam kasus pembacokan yang terjadi pada Minggu, malam, 31 Agustus 2025, saat Pawai Budaya di Desa Kedung Supit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal percobaan pembunuhan yang dapat dikenakan hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, ketika dikonfirmasi menjelaskan kejadian, motif serta perkembangan kasus tersebut. Deni dilaporkan membacok korban, Muhammad Andri (23) yang juga warga Desa Kedung Supit, hingga mengalami luka serius dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin, menambahkan informasi terkait proses penyelidikan dan penanganan kasus di lokasi kejadian.

Deni ditangkap setelah polisi menerima laporan dan melakukan penyelidikan atas insiden pembacokan selama pawai budaya. Dalam pemeriksaan, Deni mengungkap bahwa empat hari sebelum kejadian, ia menemukan pesan chatting antara istrinya dan korban yang memicu rasa cemburunya. Sejak itu, Deni membawa celurit setiap kali keluar rumah.

Saat bertemu Andri di pawai budaya, Deni memburu dan membacok korban sampai celuritnya patah dan bengkok. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa celurit dan pakaian yang bernoda darah.

Motif kuat yang mendorong tindakan pelaku adalah kecemburuan terkait komunikasi istrinya dengan korban. Deni mengaku merasa lega setelah melakukan tindakan tersebut.

Saat ini ia ditahan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara korban masih dalam perawatan medis akibat luka bacok.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia mengayunkan sedikitnya 25 tebasan ke kepala, tangan, dan leher korban.

Peristiwa ini mengusik keamanan dan kenyamanan masyarakat yang semestinya menikmati perayaan budaya. Pembacokan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, saat korban hendak menyaksikan karnaval dan menjadi sasaran brutal dari pelaku yang mengejarnya.

Kronologi singkat kejadian: suasana pawai yang semula penuh semarak berubah mencekam ketika Deni menyerang Andri dengan celurit berulang kali di tengah kerumunan warga.

Korban terjatuh di jalan dan langsung dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka parah. Polisi menindaklanjuti kasus ini dengan cepat demi menjaga ketertiban umum.

Kasus pembacokan yang terjadi secara tiba-tiba tersebut mendapat perhatian serius dari aparat keamanan setempat yang memastikan proses hukum dijalankan dengan tegas. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pintu DPRD Jombang Telah Dibuka: Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso Bersama TACB dan Pemerhati Sejarah

25 April 2026 - 11:51 WIB

Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia Jeneponto, 23 Siswa Dirawat

25 April 2026 - 10:53 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Dibatasi Maksimal 5 Pak Pembelian Beras SPHP 

24 April 2026 - 19:06 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

24 April 2026 - 15:24 WIB

Trending di Headline