Menu

Mode Gelap

Headline

Enam Jasad Ditemukan, Tim SAR Mencari 17 Korban Tanah Longsor di Cilacap

badge-check


					Ratusan tim SAR Gabungan, sejak Kamsi 13 November berjibaku untuk mencari korban tanah longsor yang terjadi di Cilacap. Pada hari Sabtu, 15 November 2025, telah menemukan tiga jasad lagi, dan saat ini masih ada 17 korban belum ditemukan. Foto: Instagram@katadata Perbesar

Ratusan tim SAR Gabungan, sejak Kamsi 13 November berjibaku untuk mencari korban tanah longsor yang terjadi di Cilacap. Pada hari Sabtu, 15 November 2025, telah menemukan tiga jasad lagi, dan saat ini masih ada 17 korban belum ditemukan. Foto: Instagram@katadata

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno

CILACAP, SWARAJOMBANG.COM — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus bekerja tanpa kenal lelah dalam operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada hari ketiga, Sabtu, 15 November 2025. Semangat juang para petugas dan relawan menjadi kekuatan utama menghadapi tantangan berat di medan yang sulit.

Hingga saat ini, sudah ditemukan enam korban jiwa. Namun, harapan belum padam bagi puluhan keluarga yang masih menantikan kabar orang-orang tercinta mereka yang hilang.

Korban pertama yang berhasil ditemukan adalah:

Ketiganya ditemukan di titik yang sama, area kerja A2, menjadi pengingat duka mendalam sekaligus motivasi bagi tim SAR untuk terus berjuang. Dengan demikian saat ini dari 23 korban tertimbun, sudah ditemukan enam jenazah, masih ada 17 lainnya belum ditemukan.

Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menegaskan bahwa operasi ini dijalankan dengan penuh dedikasi dan peningkatan kapasitas:

“Saat ini kami masih mencari 17 korban lainnya. Jumlah alat berat kami tingkatkan dari dua menjadi tujuh unit, dan akan terus bertambah hingga 12 unit. Hal ini bertujuan mempercepat evakuasi serta memudahkan akses di medan yang berat dan berbahaya,” ujarnya dalam konferensi pers di lokasi.

Kesulitan utama di lapangan adalah material longsor yang menutup korban hingga kedalaman antara 3 hingga 8 meter, sehingga keberadaan alat berat dan koordinasi tim menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa.

Presiden Republik Indonesia juga menegaskan penanganan bencana tidak berhenti pada pencarian korban, tetapi harus segera menyediakan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumahnya. Ini menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap urgensi kemanusiaan dan pemulihan kondisi masyarakat.

Bencana ini menghantam Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, sejak Kamis malam (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Banyak rumah hancur dan kehidupan warga berubah drastis dalam sekejap.

Kini, masyarakat bersama petugas SAR dan relawan bersatu padu memulihkan harapan, memberikan pertolongan terbaik, serta menguatkan solidaritas di tengah duka yang mendalam. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Penataan PK5: Pemkab Jombang tidak Belajar Pengalaman Masa Lalu

5 Juni 2026 - 17:04 WIB

Perkara Dr Yudi Utomo Imaryoko Dihentikan, telah Dilakukan Perdamaian dengan Pelapor

5 Juni 2026 - 16:20 WIB

Pangdam Rudi Saladin Tinjau Lahan 86 Ha di Grobogan Mojowarno Calon Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kebakaran Hebat Kandang Ayam di Peterongan Jombang, Kerugian Rp 2 Miliar

4 Juni 2026 - 22:15 WIB

Pertamax Green 95 Jadi Awal Mandatori Bioetanol Nasional

4 Juni 2026 - 20:40 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pemerintah Klaim Fundamental Masih Kuat

4 Juni 2026 - 20:31 WIB

Rahasia 06-06-26: Komunitas Titik Nol Mulai Kenalkan Nasi Ploso dan Jenang Pelok Kesukaan Bung Karno

4 Juni 2026 - 17:41 WIB

Pancasila Merupakan Pengejawantahan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:34 WIB

Trending di Nasional