Menu

Mode Gelap

Nasional

Dusun Sumberlangsep Lumpuh Diterjang Banjir Lahar Semeru

badge-check


					Warga menunjukkan sebuah masjid di Dusun Sumberlangsep yang terlihat sebagian atapnya karena diterjang banjir lahar Semeru pada Minggu (7/12/2025). Foto: Antara) Perbesar

Warga menunjukkan sebuah masjid di Dusun Sumberlangsep yang terlihat sebagian atapnya karena diterjang banjir lahar Semeru pada Minggu (7/12/2025). Foto: Antara)

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

LUMAJANG, SWARAJOMBANG.COM-Sabtu sore (6/12/2025), Dusun Sumberlangsep di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, diguncang banjir lahar hujan Gunung Semeru. Material vulkanik bercampur lumpur menerjang permukiman warga, merendam belasan rumah, satu warung, dan sebuah masjid.

“Data awal sebanyak 13 rumah, satu masjid, dan satu warung di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro yang terdampak lahar Semeru,” kata Isnugroho, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Minggu (7/12/2025), melansir dari Antara.

Rumah-rumah yang terdampak antara lain milik Karmani, Poniman, Arifin, Suhartono, Ajinal Yusuf, Gundut Sugito, Hidayat, KH. Senamin, Budiana, Matsaleh, Dedi, Mayar, dan Jumali. Selain itu, tiga sepeda motor warga juga terpendam lumpur.

Isnugroho menjelaskan, BPBD Lumajang sudah menyalurkan bantuan sejak Sabtu malam. Namun distribusi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terisolasi.
“Hari ini kami juga mengirimkan bantuan untuk warga di Dusun Sumberlangsep yang terisolasi agar kebutuhan makanan dan lainnya terpenuhi,” ujarnya.

Gelombang Pengungsian
Banjir lahar memaksa warga mengungsi ke perbukitan. Tiga pos pengungsian didirikan untuk menampung ratusan jiwa.

Pos 1: 107 orang, terdiri dari 39 laki-laki, 43 perempuan (satu hamil), 21 anak-anak, dan empat bayi.

Pos 2: 173 orang, terdiri dari 85 laki-laki, 77 perempuan (dua hamil), dan 11 anak-anak.

Pos 3: 115 orang, terdiri dari 49 laki-laki, 48 perempuan (dua hamil), 15 anak-anak, dan tiga bayi.

Secara keseluruhan, Dusun Sumberlangsep dihuni 138 KK atau 512 jiwa. Kini sebagian besar harus bertahan di pengungsian dengan harapan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Warga berharap agar pemerintah segera mengambil langkah pencegahan agar banjir lahar Semeru tidak kembali menerjang permukiman mereka. Di tengah ketidakpastian, mereka menanti solusi jangka panjang yang bisa menjamin keselamatan dan keberlangsungan hidup di dusun yang berada di kaki Semeru itu.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

16 Orang Tewas Terbakar, Akibat Bus ALS Bertabrakan dengan Truk Tanki di Musi Rawas

6 Mei 2026 - 20:51 WIB

Barbuk 3,2 Kg Sabu dari Polres Sampang, setelah Diperiksa di Kejaksaan Ternyata tak Mengandung Narkotika

6 Mei 2026 - 19:59 WIB

Kapolres Malang Tegaskan 31 Wisatawan Positif Narkoba, Mereka Korban Pengeroyokan di Pantai Wediawu

6 Mei 2026 - 17:42 WIB

Demo Hingga Malam Hari di Depan Gubernur Kaltim, 4 Mahasiswa dan 5 Polisi Lukaluka

6 Mei 2026 - 07:22 WIB

Bertemu dengan Wakil Ketua KPK, Dudung Abdurachman Janji Ungkap Jual Beli Titik MBG

5 Mei 2026 - 22:23 WIB

Dudung Abdurachman, Kepala Staf Keptesidenan. Foto: ist

3.000 ASN Terjebak Praktik Presensi Hantu, Bupati Brebes Paramita Widya: Ini Masuk Tindakan Korupsi

5 Mei 2026 - 21:52 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (4): Upacara Cawan Suci Mengucur Darah

5 Mei 2026 - 21:05 WIB

Inovasi Pelajar Bojonegoro, Temukan Potensi Bonggol Pisang sebagai Antikanker

5 Mei 2026 - 21:00 WIB

Polda Jatim Musnahkan 22 Ton Kokain

4 Mei 2026 - 21:04 WIB

Trending di Nasional