Menu

Mode Gelap

Nasional

Dituduh Terima Gaji Dobel Selama 5 Tahun, Kejari Probolinggo Tahan M Huda sebagai PLD dan GTT

badge-check


					Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo telah menahan Muhammad Hisabul Huda (MH Huda) atas dugaan korupsi rangkap jabatan. Penahanan dilakukan pada Kamis, 13 Februari 2026, dengan masa 20 hari di Rutan Kelas IIB Kraksaan. Foto: dok. kejaksaan negeri probolingo Perbesar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo telah menahan Muhammad Hisabul Huda (MH Huda) atas dugaan korupsi rangkap jabatan. Penahanan dilakukan pada Kamis, 13 Februari 2026, dengan masa 20 hari di Rutan Kelas IIB Kraksaan. Foto: dok. kejaksaan negeri probolingo

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno

PROBOLINGGO, SWARAJOMBANG.COM – Negara dirugikan hingga Rp 118,8 juta akibat praktik gaji ganda selama lima tahun oleh Muhammad Hisabul Huda (MH Huda).

MH Huda, warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, berusia sekitar 41 tahun. Sejak 2019, ia menjabat Pendamping Lokal Desa (PLD) di Desa Brabe sekaligus merangkap sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) di SDN 1 Brabe, Kecamatan Maron.

Demikian pejelasan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Probolinggo Taufik saat mengonfirmasi penetapan Huda sebagai tersangka, hitungan kerugian negara Rp118.860.321 oleh auditor Kejati Jatim. Kejaksaa, katanya, resmi menahannya pada Kamis, 13 Februari 2026, untuk 20 hari di Rutan Kelas IIB Kraksaan, atas dugaan korupsi rangkap jabatan.

Praktik menerima gaji dari dua jabatan ini berlangsung selama lima tahun. Akibatnya, negara kehilangan sekitar Rp 118 juta hingga Rp 118,8 juta, yang semuanya berasal dari total honor PLD melalui anggaran negara.

Tersangka diduga melanggar ketentuan kontrak PLD yang melarang rangkap jabatan, dengan ancaman hukuman berdasarkan Pasal UU Tipikor dan KUHP. Kejari Probolinggo menegaskan komitmen pada transparansi penyidikan sambil mengajak masyarakat ikut mengawasi prosesnya.

Modusnya sederhana tapi merugikan: MH Huda menerima gaji ganda secara serentak dari dua posisi yang sama-sama dibiayai anggaran negara, meski kontrak di kedua jabatan jelas melarangnya.

Baik kontrak PLD maupun GTT secara tegas melarang rangkap jabatan dengan instansi lain yang memakai dana APBN atau APBD. Namun, Huda tetap menjalankannya selama lima tahun secara diam-diam.

Kasus ini terbongkar berkat audit bersama Kejati Jatim, yang langsung memicu penetapan tersangka dan penahanan oleh Kejari Probolinggo. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Amran Pecat Manajer Gudang Pupuk Subsidi di Banggai, Begini Kisahnya

11 September 2026 - 19:46 WIB

Apindo Dorong Pemerintah Soal Kepastian Berusaha untuk Dongkrak Investasi

11 September 2026 - 19:04 WIB

Harga Minyak Dunia US$ 100, Pertamax Bisa Tembus Rp20.000

11 September 2026 - 18:45 WIB

BBM B50 akan Tersedia di SPBU Akhir Bulan Ini

11 September 2026 - 18:35 WIB

Keracunan MBG Timpa 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang Lombok Tengah

11 September 2026 - 17:28 WIB

Lima Tahun Baru Terungkap, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik di Banyuasin

11 September 2026 - 11:46 WIB

Zulhas Akui Terus Terang Program MBG Gagal, Pemerintah Memperbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 11:00 WIB

Denny Indrayana Ajukan Uji Materi ke MK Soal Ijazah SLTA Gibran, Sayembara Rp10,28 M Ditutup

11 September 2026 - 10:09 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Dilanjutkan, SAR Temukan Life Jacket tapi Belum Pasti Milik Korban

10 September 2026 - 22:10 WIB

Trending di Nasional