Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, gencar melatih juru pelihara cagar budaya melalui pembinaan intensif. Langkah ini bertujuan membekali mereka dengan kemampuan optimal untuk merawat situs-situs bersejarah di berbagai penjuru kabupaten.
Pembinaan dipimpin langsung oleh Pamong Budaya Disdikbud Jombang, Anom Antono, sebagai wujud komitmen Pemkab dalam menjaga aset budaya berharga. Anom menekankan peran krusial juru pelihara sebagai garda terdepan dalam menjaga, merawat, dan mengawasi warisan tersebut.
Menurutnya, cagar budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas serta kekayaan budaya daerah yang wajib dilestarikan secara berkesinambungan.
“Para juru pelihara punya beban tanggung jawab tinggi agar situs tetap prima dan aman. Pembinaan ini diharapkan memperkaya pemahaman mereka soal tugas, fungsi, serta prosedur perawatan standar,” kata Anom saat membuka acara, Kamis (8/1/2026).
Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar cagar budaya, teknik perawatan ringan, mekanisme pelaporan kondisi situs, serta strategi antisipasi kerusakan atau perusakan. Tak hanya teori, peserta juga mengikuti sesi diskusi untuk membagikan tantangan lapangan dan menyusun solusi kolektif, tambah Anom.
Kegiatan ini disambut antusias oleh juru pelihara cagar budaya se-Kabupaten Jombang. Mereka menganggap pelatihan itu sangat membantu memperluas pengetahuan sekaligus mempererat kolaborasi dengan Disdikbud dalam misi pelestarian.
Disdikbud Jombang optimistis pembinaan rutin seperti ini akan memaksimalkan upaya pelestarian. Dengan begitu, nilai sejarah dan budaya dari situs-situs tersebut bisa lestari dan diwariskan ke generasi berikutnya, tutup Anom. **











