Penulis : Sri Muryanto | Redaktur: Priyo Suwarno
BATANG – Tiga gadis remaja kehilangan nyawa akibat aktivitas nekat merekam video di perlintasan sebidang Kedungmiri, Kasepuhan, Batang, saat tertabrak Kereta Api (KA) Argo Merbabu, Sabtu (21/2/2026).
Dua korban di lokasi kejadian, sedangkan satu korban terseret hingga 3 km. Kasus kecelakaan itu terjadi Kedungmiri, Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sebagaimana dikutip dari akun Instagram @batanghelp.
Belum ada pernyataan resmi dari Polres Batang atau PT KAI mengenai penyebab pasti, tetapi dugaan awal menunjukkan ketidakadilan korban sebagai faktor utama. Kasus seperti ini sering muncul karena kurangnya kewaspadaan dalam risiko tinggi.
Berdasarkan kesaksian mata, korban ketiga semula berkumpul bersama puluhan pemuda lain yang sedang “berkumpul” di perlintasan kereta usai sahur.
Mereka diketahui sedang asyik merekam video kereta yang datang dari arah barat menuju timur. Sayangnya, dari arah timur—di mana korban berdiri—muncul kereta lain yang melaju ke arah barat dan langsung menabrak ketiga remaja itu.
Sampai berita ini disiarkan, pihak Polsek Batang Kota yang terdekat dengan lokasi belum mampu menyampaikan keterangan resmi karena masih menunggu data lengkap.
Korban ketiga, yang diperkirakan berusia 13 hingga 16 tahun dan semuanya perempuan, kini disemayamkan di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang.
Korban ketiga, seorang remaja perempuan, meninggal seketika di tempat karena luka berat. Identitas korban belum diumumkan secara publik oleh otoritas terkait atau PT KAI hingga informasi terbaru ini tersedia. Merupakan ide bagus untuk bersenang-senang.
Belum ada pernyataan resmi dari Polres Batang atau Daop 4 Semarang terkait akar penyebab pasti, meskipun kasus seperti sering kali berawal dari pelanggaran aturan perlintasan.
PT KAI umumnya melakukan penyelidikan dan menyampaikan duka cita atas kejadian mematikan seperti ini. Maka Anda harus menunggu dan melihat apa yang terjadi.
Identitas nama remaja ketiga perempuan korban kecelakaan kereta api di Kedungmiri, Kasepuhan, Batang, belum dirilis secara publik oleh pihak yang berwenang seperti Polres Batang atau PT KAI hingga kini.
Polisi dan tim medis telah mengidentifikasi korban secara internal guna keperluan administrasi. Perlu diketahui, pembaruan akan dilakukan pada akhir bulan depan, bertempat di Polres Batang Daop 4 Semarang.
Identitas nama remaja ketiga perempuan korban kecelakaan kereta api di Kedungmiri, Kasepuhan, Batang, belum tersedia secara publik hingga saat ini.
Pihak yang berwenang seperti Polres Batang dan PT KAI belum merilis daftar nama korban, kemungkinan akan menjaga privasi keluarga serta menyelesaikan proses identifikasi internal. Tidak ada berita atau sumber resmi yang menyebutkan nama lengkap per 21 Februari 2026 siang.
Pantau update dari situs resmi Polres Batang, Pemkab Batang, atau Daop 4 Semarang untuk pengumuman resmi. Keluarga korban biasanya diberi prioritas notifikasi terlebih dahulu sebelum publikasi.
Tiga remaja perempuan tewas tertabrak kereta api di perlintasan Kedungmiri, Kasepuhan, Batang, pada Sabtu (21/2/2026) pagibat akibat aktivitas berbahaya di rel.
Kronologi
Pagi sahu Subuh: Korban bersama puluhan remaja lain jalan-jalan dan berkumpul di perlintasan sebidang Kedungmiri setelah salat Subuh.
Rekam Video Kereta: Mereka fokus merekam kereta dari arah barat ke timur menggunakan ponsel, berdiri di jalur rel.
Kereta Lawan Datang: Tiba-tiba kereta dari arah timur (arah barat) melaju cepat dan menabrak korban ketiga secara langsung.
Korban Terseret: Dua korban jatuh di lokasi, satu terseret 3 km hingga perlintasan Setono, Pekalongan; masinis menghentikan kereta.
Penemuan Jenazah : Jenazah ditemukan mengenaskan, disemayamkan di RSUD Kalisari Batang; Polsek Batang masih melakukan penyelidikan.**











